Diremehkan Saat Wawancara Kerja? Tetap Sabar dan Profesional Ya!

Proses wawancara kerja memang tidak selalu berjalan mulus. Salah satu hal di luar ekspektasi yang bisa terjadi adalah diremehkan saat wawancara kerja. Kamu pasti merasa kesal dan ingin menunjukkan pembelaan kalau mengalami hal tersebut. Namun, bukan berarti kamu boleh mengabaikan sikap profesional, ya.

Mengapa kandidat karyawan bisa diremehkan saat wawancara kerja? Bagaimana cara menghadapinya?

Pertanyaan tersebut akan terjawab melalui ulasan berikut ini!

Penyebab Kamu Diremehkan Saat Wawancara Kerja

Beberapa penyebab yang membuat kamu diremehkan saat wawancara kerja antara lain:

  • Orang yang mewawancaraimu memang punya sikap yang kurang profesional. Sikap tersebut mudah muncul ketika menghadapi lawan bicara yang dianggap lebih rendah darinya. Biasanya orang dengan sikap seperti itu mudah mengintimidasi kandidat karyawan, terutama yang tampak gugup atau kurang persiapan.
  • Si pewawancara kerja merasa tersaingi dengan kehadiranmu karena kamu melamar posisi pekerjaan serupa dengannya, misalnya wawancara kerja untuk posisi HRD. Hal kecil ini juga berisiko membuatmu diremehkan, apalagi kalau kamu dianggap punya kompetensi kerja melebihi para karyawan senior.
  • Kecenderungan diremehkan saat wawancara kerja juga bisa terjadi kalau si pewawancara kerja sedang berupaya menjilat atasan. Hal ini sering terjadi bila ada user berbahasa asing yang didampingi pewawancara berbahasa Indonesia. Tak jarang si pewawancara berbahasa Indonesia menyanggah jawaban atau pernyataanmu karena ingin terlihat hebat di hadapan user atau atasannya. Padahal, belum tentu sanggahannya sesuai dengan realita yang terjadi di dunia kerja.

Baca Juga: Pertanyaan Wawancara Kerja Startup yang Penting untuk Persiapanmu

Bagaimana Cara Menghadapi Intimidasi Saat Wawancara Kerja

Diremehkan saat wawancara kerja memang menyebalkan. Kendati demikian, sebaiknya kamu melakukan beberapa hal ini supaya tetap tampak profesional, ya:

  • Usahakan lebih banyak diam demi menahan amarah. Ingatlah bahwa kamu berada di posisi pelamar kerja sehingga harus tetap sopan selama sesi wawancara.
  • Jangan terpancing adu argumen walaupun kamu tahu bahwa tindakan pewawancara kerja benar-benar keliru. Kamu tetap harus menunjukkan sikap santun.
  • Kamu tak perlu kembali lagi bila mendapatkan undangan wawancara ke tahap selanjutnya atau sesi penandatanganan kontrak. Katakan bahwa kamu mempunyai kesibukan lain atau sudah memilih pekerjaan di perusahaan lain.

Jangan kesal berlebihan kalau diremehkan saat wawancara kerja, ya. Justru kamu bersyukur bisa melihat sebagian kecil dari budaya kerja sebelum bergabung di perusahaan tersebut. Mudah-mudahan kamu makin selektif memilih perusahaan yang akan menjadi tempatmu mengembangkan karier.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here