Team Disagreement: Ada Konflik dalam Tim, Apa yang Harus Dilakukan?

Setiap tim atau divisi kerja memiliki anggota tim dengan kepribadian, nilai-nilai dan tujuan yang berbeda. Perbedaan ini bisa menyebabkan terjadinya team disagreement atau konflik di dalam tim.

Konflik dalam sebuah tim bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu,

  • Konflik karena mempertahankan pendapat, ide atau posisi/jabatan;
  • Tidak adanya rasa saling percaya, atau komunikasi tidak terjalin dengan baik;
  • Pertentangan pribadi;
  • Memperebutkan kekuasaan atau dominasi.

Konflik dalam tim sebaiknya diatasi dengan seksama agar tidak menjadi hal yang merugikan bagi setiap anggota tim itu sendiri. Jika kamu sedang mengalami konflik, beberapa hal ini harus diperhatikan.

Melakukan Pendekatan Secara Terbuka

Pada dasarnya, konflik dalam sebuah tim adalah hal yang wajar terjadi. Jika dikelola dengan baik, konflik justru bisa mengembangkan atau meningkatkan performa kerja. Asalkan, setiap anggota tim bersedia melakukan pendekatan secara terbuka.

Setiap anggota tim juga diharapkan memiliki tujuan yang sama. Selain itu, dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan punya keinginan untuk mengatasinya.

Baca Juga: Konflik di Kantor Mulai Memanas? Hindari Melakukan Hal-Hal Ini pada Rekan Kerja Anda

Mengidentifikasi Konflik yang Merugikan

Meski bisa mendatangkan manfaat, konflik juga bisa mendatangkan kerugian. Hal ini terjadi jika kedua pihak yang berbeda pendapat tidak menemukan jawaban atau penyelesaian masalah. Atau jika telah terjadi pertikaian yang berlarut-larut. Di sisi lain, pihak penengah juga tidak bisa menjalankan fungsinya, atau berpihak kepada salah satu pihak yang sedang berkonflik.

Oleh karena itu, cobalah mengatasi konflik sesegera mungkin. Selain itu, jika kamu menjadi penengah, cobalah untuk tidak memihak pada salah satu pihak.

Menyelesaikan Konflik dalam Tim Bersama-Sama

Konflik seringkali terjadi karena perbedaan persepsi atau pendapat. Oleh karena itu, penting artinya untuk memiliki tujuan yang sama. Dengan begini, setiap anggota tim bersedia mendiskusikan masalah serta berbagi ide dan pendapat.

Setiap anggota tim juga harus mau mendengarkan ide atau pendapat anggota tim yang lain. Dalam hal ini, kemampuan berempati sangat diperlukan, selain tentunya kemampuan berkomunikasi dengan baik.

Selain itu, ada baiknya setiap pembicaraan dilakukan dengan kepala dingin. Sehingga dapat dicapai kesepakatan yang terbaik untuk semua anggota tim.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, setiap team disagreement yang muncul akan bisa diatasi. Sehingga, setiap konflik bisa diubah menjadi hal positif yang bermanfaat bagi pengembangan atau peningkatan performa kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here