Susah Mendapatkan Pekerjaan? Cek Dulu Posisi yang Dilamar

Susah Mendapatkan Pekerjaan? Cek Dulu Posisi yang Dilamar

Ketika sudah berbulan-bulan melayangkan CV dan tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, sudah saatnya kita semua melihat kembali posisi apakah yang selama ini kita lamar.

Ini terkait dengan tingkat persaingan antar-kandidat di posisi tersebut. Semakin generik suatu posisi yang kita lamar, maka semakin tinggi tingkat persaingan antar-kandidat yang berusaha mendapatkan posisi tersebut.

Contohnya posisi Staf Administrasi alias Admin. Ini merupakan salah satu posisi yang dapat kita katakan sebagai generik karena itu jumlah pelamar di posisi ini selalu banyak. Di berbagai bidang industri manapun.

Dari obrolan saya bersama banyak rekruter dari berbagai bidang industri, kesimpulannya kurang-lebih mirip dalam menghadapi jumlah pelamar di posisi Admin: banyak dan spesifikasi para pelamarnya mirip-mirip.

Itulah sebabnya mengapa memilih kandidat di posisi Admin, meskipun jumlah pelamarnya selalu melimpah namun untuk dapat memilih kandidat yang terbaik ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.

Saya pribadi pernah beberapa kali menangani rekrutmen posisi Admin. Setelah pengumuman lowongannya dibuka, hanya dalam waktu lima hari kerja sudah masuk lebih dari 500 CV. Rekruter di perusahaan besar bahkan lebih parah lagi. Pernah ada yang dalam tiga hari kerja saja, sudah masuk lebih dari 3.000 CV.

Dari ratusan atau ribuan CV tersebut, umumnya rekruter dapat menarik sekitar 10-20 CV kandidat yang berpotensi tinggi untuk diterima. Bagaimana dengan sisanya? Nyaris sama semua, tidak menjanjikan nilai tambah apapun bagi perusahaan.

Nah, lalu apakah definisi sebenarnya dari “berpotensi tinggi” atau “memberikan nilai tambah bagi perusahaan”, yang menyebabkan CV seorang kandidat di lowongan yang generik, dapat masuk ke babak penyisihan di tangan rekruter?

Baca Juga : Apakah Cover Letter Benar-Benar Dibaca oleh Rekruter?

Mereka adalah kandidat yang :

  1. Memiliki kompetensi personal lain selain administrasi misalnya, keahlian Bahasa Inggris, keahlian Excel yang lebih mendalam, kemampuan komunikasi yang sangat baik (tekstual & verbal), kecakapan interpersonal yang baik, kemampuan presentasi, dan karakter maupun berbagai kompetensi lainnya, yang bisa membuat sang kandidat jauh lebih bernilai di mata rekruter & perusahaan.
  2. Memiliki pemahaman akan fungsi pekerjaan lain selain Admin. Ini dapat diperoleh dari pengalaman kerja sebelumnya atau dari latarbelakang akademik. Misalnya, Admin yang pernah menangani Purchasing / Procurement, Admin yang dulunya pernah menangani bidang HR, Admin yang lulusan Akuntansi, atau Admin yang pernah menjabat sebagai Customer Service. Rekruter menyukai kandidat-kandidat “Admin Plus” seperti ini dan merekalah yang biasanya lebih berpeluang untuk direkrut.
  3. Teliti, proaktif, dan cekatan. Di masa depan, posisi Admin sudah bukan lagi posisi yang “pasif” dan hanya menangani lalu-lintas data maupun surat-menyurat perusahaan saja, melainkan semakin menjadi posisi yang dapat menjadi bagian penting/solusi bagi masalah-masalah yang terjadi di tubuh perusahaan. Maka sudah saatnya para kandidat Admin melengkapi dirinya dengan berbagai wawasan personal maupun wawasan profesional, yang membuat mereka bisa menjadi lawan bicara yang tidak membosankan.
  4. Fasih teknologi, terutama yang terkait dengan pekerjaannya. Di beberapa jenis perusahaan, manajemennya menuntut sang Admin untuk benar-benar telah menguasai teknologi & software yang terkait dengan pekerjaanya, bahkan tanpa perlu dilatih lagi oleh perusahaan. Admin yang bekerja di perusahaan IT atau teknologi, bahkan harus menguasai penggunaan Cloud Service. Semakin ke depan, semakin tidak ada peluang bagi calon Admin atau siapapun yang gagap teknologi.
  5. Bersedia untuk mengembangkan dirinya secara berkelanjutan. Di zaman sekarang maupun ke depannya, perusahaan semakin mengurangi anggaran & sumber daya untuk secara khusus menyediakan pelatihan bagi karyawannya, termasuk Admin. Jadi, ketika sang Admin telah bekerja lebih dari setahun atau dua tahun namun jumlah, ragam, maupun kualitas kompetensinya tidak bertambah; maka siap-siap saja digantikan oleh kandidat lain yang lebih hebat. Atau yang tidak kalah menyakitkannya, digantikan oleh teknologi, apps, atau software. Sejumlah startup bahkan telah menghilangkan fungsi Admin secara khusus dan mendesentralisasikan fungsi Admin ke masing-masing karyawan lain, lewat bantuan apps di ponsel atau software tertentu.

Biasanya ini dapat dilihat dari situs Job Portal. Ketika kita melayangkan lamaran dari Job Portal, tersedia informasi berapakah jumlah total kandidat yang juga melamar di posisi tersebut.

Jika kita amati baik-baik pemaparan di atas, sebenarnya hal itu terjadi juga pada berbagai posisi lain yang terbilang generik. Bagaimanakah cara mengetahui sebuah lowongan sebagai posisi yang generik?

Semakin besar angkanya, maka semakin generik lah posisi tersebut. Hal itu berarti, semakin tinggilah tingkat kompetisi antar-kandidat.

Bagaimana caranya agar ketika kita misalnya melamar posisi Admin, CV kita lebih berpeluang untuk menarik perhatian rekruter? Selain dengan membuat CV yang efektif, efisien, dan estetis; tidak kalah pentingnya adalah konten dari CV itu sendiri.

Apa maksudnya konten? Silakan perhatikan lagi lima poin yang sebelumnya telah saya bahas secara cukup mendetail. Penuhilah CV kita dengan konten-konten yang terkait dengan lima poin tersebut.

Karena jika tidak begitu, kita hanya akan menjadi kandidat yang selalu tersisih & disisihkan di babak awal penyaringan CV.Jangan lupa satu hal lagi, di era disrupsi teknologi semakin banyak jenis pekerjan yang administratif, repetitif, dan kuantitatif telah dapat digantikan oleh teknologi yang menggunakan apps, software, sistem robotik, dan sistem otomatisasi. Apa yang telah kita lakukan sebagai persiapan mengantisipasi hal itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here