Mengenal 4-1-1 Rule: Jangan Melulu Berpromosi di Medsos

Sumber: marketingbulldog.com

Semakin sering media sosial digunakan untuk berpromosi, semakin besar penjualan yang bisa didapatkan. Apakah benar demikian?

Di jaman digital seperti sekarang, media sosial menjadi salah satu kanal komunikasi yang wajib dimiliki oleh pebisnis. Namun, mengunggah banyak konten promosi di media sosial belum tentu efektif dalam meningkatkan penjualan. Yang tidak kalah penting untuk diketahui pebisnis adalah mencapai keseimbangan antara konten promosi dan interaksi. Lalu seberapa banyak konten promosi yang bisa diunggah di media sosial?

Jumlah dan Jenis Konten di Media Sosial

4-1-1 Rule atau “Aturan 4-1-1” dipopulerkan oleh Tippingpoint Labs dan founder dari Content Marketing Institute, Joe Pulizzi. Aturan ini mengatur rasio ideal antara jumlah konten promosi dan konten interaksi yang sebaiknya diunggah di media sosial.

4-1-1 Rule menjelaskan bahwa untuk setiap satu konten promosi yang diunggah, pebisnis juga harus mengunggah satu konten berisikan keunggulan yang dimiliki oleh bisnisnya, dan empat konten relevan yang diambil dari sumber lain.

Hard Sell dan Soft Sell

Sumber: sonyswangga.blogspot.com

Konten promosi yang diunggah di media sosial bisa merupakan hard sell yang berisikan informasi mengenai produk baru atau diskon untuk produk tertentu. Konten jenis ini juga bisa berisikan link ke website resmi yang bisnis Anda miliki.

Sementara, satu konten lainnya bisa bersifat soft sell yang berisikan informasi mengenai manfaat menggunakan jenis produk yang dipasarkan atau testimoni pelanggan.

Konten dari Sosial Media Influencer

Empat konten relevan lainnya yang diunggah di sosial media bisa berasal dari artikel di media, artikel di blog, berita atau buku. Yang harus diingat, keempat konten relevan ini tidak menjelaskan informasi mengenai produk yang Anda pasarkan.

Baca Juga: Tips Membuat Giveaway untuk Meningkatkan Brand Awareness di Media Sosial

Jika memungkinkan, libatkan pula sosial media influencer untuk mengisi empat konten ini. Pendapat dari sosial media influencer biasanya lebih didengar oleh calon konsumen. Hal ini tentunya akan meningkatkan awareness. Selain itu, sosial media influencer biasanya memiliki banyak fans atau followers. Hal ini penting untuk meningkatkan penjualan.

Berpikirlah Seperti Konsumen

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa pemilik produk juga harus berpikir seperti konsumen jika ingin produknya laris terjual. Konsumen tentunya tidak ingin lini masanya dipenuhi oleh konten yang bersifat menjual. Dengan menggunakan 4-1-1 Rule, Anda tidak hanya menjual tapi juga menyampaikan informasi lain yang dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu, aturan ini juga memancing terjadinya interaksi antara Anda dan calon konsumen.

Selain 4-1-1 Rule, terdapat pula beberapa rasio jumlah dan jenis konten lain yang bisa digunakan di media sosial. Di antaranya, 555+ Guideline, Golden Ratio – 30/60/10 dan The 20-to-1 Rule. Pada intinya, hampir semua rule tersebut menjelaskan bahwa mayoritas konten yang diunggah sebaiknya bukanlah melulu mengenai produk yang ditawarkan.

Beri komentar Anda tentang artikel ini