Yuk, Kenalan dengan 4 Jenis Kontrak Kerja Beserta Rinciannya!

Ada serangkaian proses yang harus kamu lewati sebelum resmi diterima kerja. Salah satu proses yang paling penting adalah menandatangani kontrak kerja. Tahukah kamu kalau ada beberapa jenis kontrak kerja yang rinciannya berbeda satu sama lain?

Kamu harus mencermati jenis kontrak kerja terlebih dahulu sebelum membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan. Kalau belum mengetahui seluk-beluk kontrak kerja, sebaiknya kamu menyimak ulasan tentang jenis-jenisnya berikut ini terlebih dahulu:

Kontrak Karyawan Tetap

Jenis kontrak kerja yang satu ini disebut juga Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Kontrak ini menunjukkan bahwa hubungan antara pekerja dan pemberi kerja bersifat tetap, tidak terikat waktu tertentu. Beberapa poin penting yang terdapat dalam kontrak karyawan tetap antara lain:

  • Ada masa percobaan (probation) maksimal 3 bulan. Selama masa percobaan berlangsung, perusahaan wajib membayar upah karyawan.
  • Jumlah upah yang diterima minimal sama dengan upah minimum yang berlaku.
  • Karyawan tetap memperoleh surat pengangkatan kerja dari perusahaan.

Kontrak Karyawan Tidak Tetap

Istilah formal untuk jenis kontrak kerja ini adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Kontrak karyawan tidak tetap mengatur hubungan antara pekerja dan pemberi kerja yang bersifat sementara, yaitu terikat jangka waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu.

Jenis kontrak ini dibuat tertulis tiga rangkap untuk karyawan, perusahaan, dan dinas Tenaga Kerja. Perjanjian kerja untuk karyawan tidak tetap tidak memuat ketentuan tentang masa percobaan.

Baca Juga: Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang? Ternyata Ini 5 Tandanya!

Kontrak Karyawan Paruh Waktu

Ketentuan pekerjaan part time biasanya diatur dengan jenis kontrak kerja ini. Perjanjian yang tertulis dalam kontrak biasanya menyepakati pekerjaan dengan durasi kurang dari 7-8 jam per hari atau kurang dari 35-40 jam per minggu.

Upah karyawan part time biasanya dihitung dalam jangka waktu harian. Beberapa pekerjaan yang identik dengan kontrak karyawan paruh waktu yaitu sales promotion di acara pameran, pramusaji restoran, penjaga toko swalayan, dan barista.

Outsourcing

Perusahaan yang membutuhkan karyawan bisa mengandalkan pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hubungan kerja antara pihak penyedia jasa kerja (perusahaan outsourcing) dan karyawan bisa berupa PKWTT atau PKWT.

Kontrak kerja PKWT biasanya memuat Transfer of Protection Employment (TUPE) yang merupakan prinsip pengalihan tindakan perlindungan bagi karyawan. Dengan demikian, pihak pemberi kerja tidak bisa memperlakukan karyawan outsourcing secara semena-mena.

Selain harus mengenal berbagai jenis kontrak kerja, kamu juga harus cermat sebelum menandatangani kontrak kerja, ya. Jangan sampai ada poin kesepakatan yang memberatkanmu selama bekerja. Kamu tak perlu ragu melakukan negosiasi bila ada poin-poin kontrak kerja yang membuatmu kurang berkenan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here