Pikul Dua Fungsi: CMO & CCO, Bagaimana Peran Igor Tanzil di Agate?

Igor Tanzil (tengah), CMO & CCO Agate. (FOTO: dok. pribadi)

Perkembangan bisnis yang berporos pada teknologi mendorong vitalnya peran marketing. Kemampuan untuk menganalisa pasar dengan cepat dan tepat menjadi salah satu kunci untuk menentukan strategi bisnis. Nah, bagaimana Chief Marketing Officer (CMO) Agate, Igor Tanzil, memerani tugasnya sebagai pengatur strategi pemasaran perusahaannya?

Terjun sebagai CMO perusahaan developer game boleh dibilang impian yang menjadi kenyataan bagi Igor yang notabene seorang gamer. Sebelum bergabung dengan Agate pada Januari 2020, Igor berperan sebagai Creative Director studio game Critical Forge.

Tak tanggung-tanggung, selain bertanggung jawab sebagai CMO, Igor juga menjalani peran sebagai Chief Creative Officer (CCO) Agate. Apa kaitannya antara dua fungsi yang dipikulnya ini?

Bila CMO bertanggungjawab untuk memasarkan perusahaan dan produk-produknya, CCO memastikan bahwa nilai-nilai kreatif dan kualitatif dari produk yang diluncurkan konsisten memiliki standar pasar. Dengan memikul dua peran, CMO dan CCO, Igor bertanggungjawab untuk membawa Agate ke pasar internasional yang kompetitif.

Baca Juga: Agate Tawarkan Gamification untuk Strategi Pemasaran B2B hingga B2C

Ketika dihubungi Job-Like Magazine melalui komunikasi surat elektronik, Igor menjelaskan bahwa seorang CMO harus mampu bereaksi cepat terhadap perubahan di pasar. Analisa pasar yang ia peroleh akan ia terapkan sebagai CCO agar perusahaan menciptakan produk yang diinginkan pasar.

“Bagi saya, menjadi CMO yang baik berarti mampu bereaksi terhadap perubahan di pasar. Karena hal itu berkaitan dengan produk yang menjadi tanggungjawab saya. Saya harus menyadari manfaat dan kekurangan produk tersebut untuk kemudian diterapkan dalam strategi pemasaran,” jelas Igor.

“Sebagai CCO, skill-nya sama dan terapkan langsung pada produk dan perusahaan. CCO harus terbuka dan memiliki segudang pengetahuan dan pemahaman kreatif yang luas dan terus berkembang agar bisa diterapkan pada produk. Kedua peran ini saling terjalin, terutama pada perusahaan kreatif seperti Agate,” tambahnya.

Di beberapa bulan pertama sebagai CMO dan CCO Agate, Igor lebih fokus untuk menyelaraskan departemen pemasaran studio sesuai dengan standar yang ia tentukan, sekaligus membangun pipeline baru untuk memotivasi timnya dalam memberikan kemampuan terbaik mereka.

Baca Juga: Peran di Startup: CTO Itu Ibarat Arsiteknya, CPO Tukang Bangunannya

Igor: “Menyerah bukan pilihan. The only way out is through”

Agate telah menciptakan lebih dari 300 permainan sejak didirikan oleh 18 mahasiswa pada 1 April 2009. (FOTO: dok. Agate)

Tantangan dalam karier jelas tak terhindarkan. Kesuksesan tak berjalan sendirian. Dalam perjalanan menuju titik sukses, acap diwarnai kegagalan dan rintangan. Situasi ini dimaklumi Igor.

Namun, CMO dan CCO Agate ini memiliki prinsip bahwa menyerah atas rintangan yang ada bukan sebuah pilihan yang harus diambil. Sebaliknya, berani menghadapi rintangan di depan mata menjadi modal untuk membalikkan situasi menjadi sebuah kesuksesan.

“Dalam perjuangan, saya biasanya berprinsip pada satu kutipan ini, ‘the only way out is through’. Tantangan, masa-masa sulit, dan rasa sakit lebih baik diatasi dengan ketekunan dan dorongan yang membawa kamu dan tim untuk melangkah maju,” ujarnya.

“Satu hal yang paling saya hargai dari Agate adalah adopsi sistem meritokrasi. Sebagai seorang leader, saya memilih memimpin dengan memberikan contoh, menunjukkan kepada tim bahwa saya berkomitmen terhadap standar yang saya pegang. Dan setiap kinerja akan dihargai, sementara kegagalan akan dipikul bersama,” tuturnya. 

Agate sendiri didirikan pada 11 tahun silam, tepatnya 1 April 2009, oleh 18 mahasiswa. Ide mendirikan Agate dipicu oleh keinginan para founders untuk menciptakan game sendiri karena belum memadainya industri game di Indonesia. Kini Agate telah menciptakan lebih dari 300 games dan memiliki lebih dari 250 crews.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here