Entitlement Mentality: Ciri Khas Milenial yang Dianggap Mau Menang Sendiri

Generasi milenial kini menjadi kaum produktif yang mendominasi perkembangan dunia. Mayoritas karyawan dan entrepreneur didominasi generasi tersebut. Meskipun dianggap unggul karena memiliki pengetahuan memadai tentang dunia konvensional dan kecanggihan teknologi, milenial juga memiliki kekurangan yang patut jadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah entitlement mentality (mentalitas hak).

Apa yang dimaksud dengan entitlement mentality? Yuk, kenalan lebih dekat dengan istilah tersebuat agar bisa menentukan langkah antisipasi yang tepat.

Mengenal Definisi Entitlement Mentality

Secara sederhana, entitlement mentality dapat diartikan sebagai pola pikir yang menganggap bahwa lingkungan sekitar berutang kepada dirimu sehingga kamu mudah tinggi hati dan gampang mengeluh bila tidak memperoleh hal-hal yang kamu inginkan.

Dengan kata lain, mentalitas hak tersebut membuat generasi milenial menginginkan manfaat atau perlakuan superior di luar batas wajar.

Beberapa penyebab kecenderungan entitlement mentality antara lain:

  • Pola asuh orang tua yang keliru dan selalu menuruti keinginan anak.
  • Orang-orang dewasa di sekitarmu (keluarga, guru, dan lainnya) senantiasa membantu memecahkan masalah.
  • Perlakuan istimewa dari orang-orang terdekat sejak kecil.

Pengaruh Buruk Entitlement Mentality di Dunia Kerja

Beberapa hal yang menunjukkan keberadaan entitlement mentality dalam diri generasi milenial di dunia kerja antara lain:

  • Keinginan mendapatkan gaji besar meskipun belum memiliki pengalaman dan kompetensi kerja yang memadai.
  • Mudah mengeluhkan pekerjaan tanpa mengupayakan solusi yang tepat.
  • Niat bekerja sesuai passion karena enggan beradaptasi dengan hal-hal baru yang masih asing bagi diri sendiri.
  • Kurang berinisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan, terutama untuk hal-hal yang bukan tanggung jawabnya.
  • Mudah berkonflik dengan orang lain di lingkungan kerja sehingga mengganggu profesionalitas.
  • Sulit menerima dan menghormati pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapat pribadimu.

Baca Juga: Shoshin Mentality: Yuk Berhenti Jadi Pribadi Sok Tahu ketika Bekerja

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jangan resah dulu bila kamu merasa entitlement mentality ada pada dirimu. Kamu bisa melakukan beberapa hal ini supaya menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional mulai hari ini:

  • Melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda, terutama hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama dan tujuan perusahaan.
  • Menyibukkan diri dengan hal-hal positif supaya tidak tergugah membahas keburukan pihak lain.
  • Menemukan alasan spesifik yang membuatmu layak diperlakukan khusus. Bila kemampuan kerjamu masih berada di bawah rata-rata, berarti kamu masih harus berjuang untuk menjadi sosok yang lebih profesional.
  • Menghormati hak-hak rekan kerja karena mereka juga wajib menerima hal yang sama denganmu.

Jangan biarkan entitlement mentality mengurangi profesionalitasmu saat bekerja, ya. Berusahalah menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan dari hari ke hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here