Fungsi Cover Letter Saat Mengirimkan Lamaran Kerja, Kamu Harus Tahu!

Sebagian pelamar kerja tidak begitu paham fungsi dari cover letter saat mengirim lamaran kerja ke perusahaan. Kebanyakan pencari kerja hanya sibuk fokus pada dokumen CV dan portofolio. Dua dokumen ini dianggap sebagai kunci paling penting dalam menarik perhatian rekruter.

Padahal, cover letter sendiri sebenarnya melengkapi kegunaan CV sekaligus portofolio. Sebelum memeriksa CV, rekruter akan terlebih dahulu membaca isi cover letter. Berikut beberapa fungsi cover letter yang cukup krusial dalam proses rekrutmen.

Menunjukkan Minat pada Perusahaan

Pada prinsipnya, cover letter terkesan lebih spesifik dibandingkan CV. Nama perusahaan yang dilamar akan tercantum di bagian awal surat tersebut. Ini artinya, pelamar kerja memiliki minat besar pada perusahaan tersebut.

Pelamar kerja bisa menuliskan minatnya bergabung ke perusahaan dalam cover letter. Meski hanya sekadar dokumen opsional, fungsi cover letter justru meningkatkan kesempatan berkas lamaran dilirik rekrutmen. Itu sebabnya, para pelamar kerja sebaiknya menyusun cover letter dengan serius.

Menjelaskan Detail Skill dalam CV

Mencantumkan skill di dalam CV memang hal yang wajib. Namun, sering kali penulisan skill tersebut hanya berupa poin-poin singkat. Maklum saja, bentuk dari CV sendiri memang lebih mengutamakan keringkasan dan kelugasan.

Cover letter punya fungsi untuk menjelaskan detail skill yang tak sempat dituliskan di CV. Pelamar kerja dapat menjabarkan sedikit penjelasan mengenai kemampuan yang dimiliki di cover letter. Setidaknya hal ini bisa menjadi daya tarik bagi rekrutmen untuk kemudian membaca CV.

Baca Juga: 4 Alasan yang Membuat Perusahaan Menyimpan CV Pelamar Kerja

Menonjolkan Diri dalam Kepribadian

Selain memberikan sedikit bocoran tentang skill, fungsi cover letter juga adalah untuk menonjolkan kepribadian pelamar kerja. Beberapa soft skill yang dimiliki juga bisa ikut dicantumkan di sana. Dengan menuliskan kepribadian, rekruter jadi punya gambaran mengenai kandidat yang melamar.

Apalagi jika kepribadian tersebut ternyata sejalan dengan nilai-nilai perusahaan. Rekruter biasanya jauh lebih suka memproses pelamar dengan kepribadian baik daripada hanya sekadar punya kemampuan bagus.

Menyatakan Kontribusi bagi Perusahaan

Di bagian akhir cover letter, pelamar kerja dapat menunjukkan kesungguhannya untuk berkontribusi dengan perusahaan. Jika sebelumnya sudah sempat menulis tentang kemampuan dan kepribadian, maka pelamar kerja wajib mengajukan diri untuk siap bekerja bagi perusahaan.

Dengan memberikan penutup yang baik dan meyakinkan, hampir dipastikan rekruter akan tertarik membaca CV sekaligus portofolio. Oleh sebab itu, jadikan cover letter sebagai media untuk “berkenalan” dengan rekruter.

Ternyata fungsi cover letter cukup krusial juga dalam proses melamar kerja. Siapkan cover letter-mu sebaik mungkin mulai dari sekarang ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here