Jangan Mau Jadi Korban Gaslighting di Kantor Akibat Ulah Rekan Kerja

Tantangan besar di dunia kerja memang menuntut kamu untuk beradaptasi. Namun, bukan berarti kamu harus menyerah dengan keadaan hingga tidak bisa menjadi diri sendiri. Biasanya korban gaslighting di kantor kerap merasa tertekan hingga mengalami stres, memutuskan untuk resign, bahkan bunuh diri.

Jadi, jangan sampai kamu jadi korban gaslighting di kantor. Kenali fenomena tersebut dan pastikan bahwa kamu selalu berada di lingkungan kerja yang sehat.

Apa yang Dimaksud dengan Gaslighting?

Gaslighting adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menyebut strategi seseorang dalam memanipulasi dan mengontrol pikiran orang lain. Perilaku manipulasi tersebut dapat membuat korban merasa tak yakin dengan dirinya sendiri. Korban gaslighting di kantor biasanya terpengaruh oleh atasan, rekan kerja senior, atau rekan kerja yang sangat dipercayai.

Istilah gaslighting berasal dari sebuah film bertajuk Gaslight yang ditayangkan tahun 1944. Gaslight bercerita tentang suami yang berupaya mencuci otak istrinya hingga sang istri meragukan dirinya sendiri dan akhirnya sangat bergantung pada suaminya (mengidap stockholm syndrome).

Tak hanya bisa terjadi dalam hubungan asmara atau rumah tangga, rupanya gaslighting juga menjadi fenomena yang sering terjadi di lingkungan kerja.

Baca Juga: Bagaimana Cara Terbaik Menghadapi Pelaku Body Shaming di Kantor?

Siapa yang Bisa Menjadi Korbannya?

Ternyata semua orang bisa menjadi korban gaslighting. Namun, pada umumnya wanita dianggap lebih rentan menjadi korban karena kondisi emosinya lebih labil dan rapuh dibandingkan kaum pria.

Sebenarnya pria pun bisa menjadi korban gaslighting di tempat kerja. Terutama jika calon korban tersebut memiliki relasi kuasa dengan si penyebab gaslighting. Perasaan sungkan dan hormat akhirnya membuat seseorang rentan terjerumus menjadi korban.

Ciri-Ciri Korban Gaslighting di Kantor

Beberapa hal yang menunjukkan bahwa kamu adalah korban gaslighting di kantor adalah sebagai berikut:

  • Kamu tidak mempercayai kemampuan diri sendiri ketika bekerja.
  • Merasa membutuhkan pendapat orang lain agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
  • Sangat bergantung dengan seseorang di lingkungan kerja, misalnya atasan atau rekan kerja.
  • Sering mendapatkan pengaruh besar dalam mengambil keputusan-keputusan penting.
  • Selalu berusaha mengikuti permintaan si pelaku, contohnya meminta maaf walaupun sebenarnya kamu tidak salah.
  • Kehilangan kemampuan untuk berpikir dan bertindak secara logis serta kritis.

Jangan sampai kelalaian kamu dalam menyikapi berbagai hal malah membuat kamu menjadi korban gaslighting di kantor. Tak ada salahnya bersikap tegas dan vokal dalam berpendapat jika kamu bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here