Recruiter Scam: Kenali Dulu Jenis Fake Job Ini Biar Nggak Jadi Korban

Saat kompetisi mendapatkan pekerjaan makin sengit, masih saja ada orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan recruiter scam. Praktik penipuan ini cukup sulit dideteksi karena pelaku menggunakan informasi dari perusahaan yang sebenarnya.

Selain itu, informasi resume mudah ditemukan secara online, pun detail mengenai pekerjaan yang ditawarkan agar terdengar meyakinkan. Nah, supaya kamu tidak menjadi korban, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksi recruiter scam dan cara mencegahnya.

Waspadai Metode Recruiter Scam

Sang scammer memiliki tujuan untuk menipu kamu agar membayar uang tunai pada mereka sebagai biaya pemrosesan pekerjaan, atau mereka akan berusaha untuk mencuri detail personal kamu untuk digunakan dengan tujuan pencurian identitas.

Scammer juga mungkin akan mengirim email atau melakukan panggilan telepon yang membuat kamu berpikir bahwa kamu telah menerima tawaran kerja yang asli.

Recruiter scam seperti ini biasanya menawarkan pekerjaan dengan gaji di atas rata-rata. Perekrut juga tidak akan bertanya terlalu banyak tentang informasi seperti skill yang kamu miliki dan apakah kamu benar-benar akan cocok untuk pekerjaan tersebut atau tidak.

Tipe scammer seperti ini juga biasanya bertindak sangat cepat dan ingin segera menyelesaikan diskusi dengan menekan kamu dan agar kamu memberikan apa yang mereka minta.

Baca Juga: Job Seeker, Rekruter Bisa Tahu Kamu Bohong Saat Menulis Resume Lho

Bagaimana Praktik Scam Bekerja?

Belajarlah untuk mengenali tanda bahaya dari recruiter scam. Sebagai contoh, perekrut akan meminta semua angka atau empat angka di belakang dari berbagai kartu yang kamu minta (seperti ATM), beserta dengan informasi pribadi.

Tidak hanya itu, scammer juga akan minta kamu mengisi formulir online untuk memulai proses perekrutan. Mereka bahkan dapat meminta kamu mengisi aplikasi, formulir bank, dan dokumen lain yang memiliki syarat dan ketentuan kerja, misalnya.

Pekerjaan yang digunakan oleh recruiter scam ini sering ditampilkan sebagai posisi di perusahaan-perusahaan besar untuk menarik minat kamu. Pada intinya, rekruter akan sangat tertarik untuk mengumpulkan informasi tentang kamu daripada melihat skill yang kamu miliki. Dan bahkan, kamu akan ditawari pekerjaan tanpa wawancara via telepon.

Cara agar Terhindar dari Recruiter Scam

Sebelum kamu memberi informasi pada rekruter, periksa dan pastikan bahwa mereka adalah orang resmi dari perusahaan. Sebagai permulaan, periksa profil orang tersebut di LinkedIn atau lihat halaman perusahaan orang tersebut.

Bila profil rekruter di LinkedId hanya punya informasi minimal, atau tidak lengkap, kamu perlu waspada. Copy foto dan teks rekruter dari profil LinkedId mereka, lalu salin di Google untuk melakukan pencarian. Scammer seringkali mencuri informasi dari daftar orang resmi untuk membuat profil palsu mereka.

Google nama orang tersebut dengan ditambah kata ‘scam’ untuk melihat bila ada orang lain yang memposting keluhan. Ini sangat umum terjadi di dunia digital mengingat kini ada banyak orang yang perlu pekerjaan di tengah tuntutan ekonomi untuk bisa mendapatkan gaji yang lebih baik. Dan jika kamu masih belum yakin, tanyakan referensi klien dan periksa.

Mengingat recruiter scam makin marak terjadi, kamu haris lebih berhati-hati jika tahu ada seseorang mengatakan bahwa mereka bekerja secara langsung untuk perusahaan tertentu. Segera lakukan verifikasi bahwa email dari perekrut perusahaan  sesuai dengan alamat email dari situs perusahaan resmi.

Selanjutnya, hubungi perusahaan jika mereka memiliki karyawan dengan nama orang yang menghubungi kamu, baik via email atau via telepon. Hati-hati, jangan jadi korban ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here