Mengintip Jenis-Jenis Budaya Perusahaan, Biar Nyaman Saat Bekerja

Setiap perusahaan memiliki gaya manajemen dan operasionalnya masing-masing. Keduanya dipengaruhi oleh budaya perusahaan yang berlaku di perusahaan tersebut. Karenanya, budaya perusahaan juga memiliki hubungan erat dengan tingkat produktivitas dan kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Jika karakter karyawan sesuai dengan budaya perusahaan, maka karyawan bisa bekerja dengan nyaman. Setidaknya, karyawan bersedia beradaptasi dengan budaya di perusahaan tersebut. Hal ini akan berpengaruh positif pada produktivitasnya. Namun, jika karakter karyawan tidak sesuai dengan budaya perusahaan, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Untuk itu, ada baiknya kamu mengenali jenis-jenis budaya perusahaan. Sehingga kamu selalu bisa bekerja dengan produktivitas tinggi dan menciptakan banyak inovasi.

Elite Culture, Budaya Perusahaan yang Menghargai Persaingan

Elite culture atau budaya elite sangat sangat menjunjung tinggi adanya kompetisi diantara karyawan. Dengan begini, hanya karyawan yang berprestasi bisa mendapatkan penghargaan atau pengakuan dari perusahaan.

Selain itu, elite culture juga menjunjung tinggi inovasi. Karenanya, perusahaan yang memiliki budaya perusahaan seperti ini selalu mendorong karyawannya untuk mendapatkan ide dan menciptakan terobosan. Semuanya dimaksudkan agar produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan bisa menjadi brand leader.

Baca Juga: Sebagai Pemimpin, Lakukan Ini untuk Memperbaiki Budaya Perusahaan yang Tidak Sehat

Team Oriented Culture

Team oriented culture merupakan budaya perusahaan yang berlandaskan value. Perusahan seperti ini hanya akan merekrut karyawan yang memiliki kesamaan value. Baik value yang dimiliki oleh perusahaan maupun brand value.

Selain itu, kerjasama dan kolaborasi tim dan antar tim yang ada dalam perusahaan juga diutamakan. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa selalu mencapai tujuan-tujuannya.

Horizontal Culture

Pernahkah kamu bekerja di perusahaan dimana hubungan atasan dan bawahan layaknya hubungan pertemanan? Jika pernah, besar kemungkinan perusahaan tersebut menganut budaya horizontal culture.

Budaya horizontal culture tidak menjadikan posisi atau jabatan sebagai pembatas antara atasan dan bawahan, atau antar sesama rekan kerja. Sehingga, setiap karyawan bebas mengutarakan pendapat atau ide-idenya. Selain itu, budaya yang semacam ini memudahkan setiap karyawan mudah untuk memberikan dan menerima feedback.

Traditional Culture

Kalau horizontal culture tidak menjadikan jabatan sebagai pembeda, perusahaan yang menganut traditional culture justru sebaliknya. Perusahaan seperti ini masih mengenal batasan status yang jelas antara atasan dan bawahan atau antar sesama rekan kerja.

Karenanya, tidak heran hubungan antar sesama karyawan terlihat sangat kaku. Akibatnya, perusahaan yang menganut traditional culture sulit untuk berkembang karena miskin ide dan inovasi.

Nah, buat yang ingin melamar pekerjaan, tidak ada salahnya untuk mengenali jenis-jenis budaya perusahaan diatas. Selanjutnya, kamu bisa mencari tahu seperti apa budaya di perusahaan yang akan dilamar. Apakah karakter dan kemampuan yang kamu miliki sesuai dengan budaya perusahaan tersebut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here