Seberapa Penting Sih Mengirim Ucapan Terima Kasih Setelah Interview?

Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa penting sih mengirim ucapan terima kasih setelah wawancara kerja? Bukankah sudah cukup memberikan jawaban terbaik saat interview?

Sebagian orang mengabaikan etika pasca interview ini sebagai ucapan syukur telah diberikan kesempatan interview. Padahal, ini merupakan poin dan langkah yang penting. Ingin tahu alasannya?

Mengirim Ucapan Terima Kasih Setelah Interview Berarti Tertarik Dengan Pekerjaan

Adalah Jessica Liebman, seorang eksekutif managing editor di Business Insider, pernah berkata ia mempekerjakan orang lebih dari 10 tahun dan ia masih memegang prinsip dengan aturan sederhana, yaitu jika seseorang tidak mengirim ucapan terima kasih setelah interview via email, ia tidak mempekerjakannya. Alasan Liebman cukup jelas dan logis.

Mengirim ucapan terima kasih adalah sinyal bahwa kandidat menginginkan pekerjaan. Jadi, bila tak ada ucapan terima kasih maka itu sinyal kandidat tidak tertarik.

Hal ini didasarkan pada pengalaman ketika seorang kandidat tidak mengirim ucapan terima kasih, kemudian perusahaan memberi tawaran pekerjaan yang pada akhirnya ditolak.

Baca Juga: Ini 4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Interview Kerja untuk Entry Level

Pada kasus lain, kandidat menerima tawaran kerja, tetapi membatalkannya sebelum mulai bekerja atau mengundurkan diri setelah beberapa bulan. Liebman juga mencatat, ucapan terima kasih setelah interview bukan jaminan akan lolos, namun menjadi poin tambahan.

Menurutnya, ini tanda bahwa kandidat punya keinginan kuat untuk bekerja, terorganisir, dan punya sopan santun. Plus, sebagai informasi tambahan tentang bagaimana seseorang dapat menyesuaikan diri karena perusahaan mencari kandidat yang memiliki etika positif, dan mengirim email ucapan terima kasih adalah salah satu tandanya.

Ucapan terima kasih bisa dikirimkan kurun 24 jam pasca interview. Anda tak memerlukan waktu lama untuk merancang kata-kata terima kasih, kurang lebih hanya 10-20 menit.

Memang singkat, tapi efektif bagi rekruter untuk membedakan kandidat yang serius dan tidak serius. Meski singkat, Anda tetap harus berhati-hati merancang kata.

Ada baiknya Anda menuliskan 1-2 pengamatan pribadi tentang wawancara yang telah berlangsung dan perusahaan tersebut. Ingat, jangan salah eja nama atau salah ketik. Berikan kesan positif kepada rekruter, tidak peduli apakah Anda akan diterima kerja atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here