Perlu Nggak Sih Mengorbankan Gaji demi Work-Life Balance?

Work-life balance dibutuhkan agar karyawan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan di tempat kerjanya. Lebih dari itu, ia juga mendapatkan kebahagiaan di kehidupannya. Hanya saja, untuk bisa menerapkan work-life balance, seorang karyawan terkadang harus mengorbankan gaji yang diterimanya.

Semakin tinggi posisi seorang karyawan di perusahaan, maka semakin tinggi pula gaji yang diterimanya. Hal ini berhubungan dengan karier yang sedang dirintisnya. Namun, tidak banyak lho karyawan yang rela mengorbankan gaji demi mendapatkan work-life balance.

Kalau seseorang tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lain di luar kantor, apakah ia mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan di tempat kerjanya? Kalau tidak, apakah ia rela mengorbankan gaji yang diterimanya untuk bisa mendapatkan work-life balance?

Manfaat Memiliki Work-Life Balance

Work-life balance berarti adanya keseimbangan antara bekerja dan melakukan kegiatan lain di luar pekerjaan. Baik itu istirahat, bersantai atau bersosialisasi. Para ahli berpendapat, menerapkan work-life balance mendatangkan banyak manfaat.

Salah satunya, yaitu kesehatan menjadi terjaga. Hal ini karena karyawan menjaga kondisi fisiknya dengan beristirahat yang cukup. Bersantai dan bersosialisasi juga meringankan beban stres.

Yang terpenting, work-life balance membuat karyawan menjadi lebih produktif. Karena, kesehatan fisik dan mentalnya terjaga. Ia juga lebih menikmati pekerjaan karena bisa menghilangkan beban pekerjaan yang ada. Dengan begitu, ia akan menjadi karyawan yang berbahagia.

Baca Juga: Work-life Balance Gampang Banget Dicapai, asal Kamu Punya 5 Hal Ini

Gaji Tinggi, Kepuasan Kerja Meningkat

Gaji atau penghasilan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan kerja. Dengan gaji, seorang karyawan bisa mencukupi segala kebutuhannya. Beragam keuntungan yang biasanya diberikan bersama gaji tentunya juga mendatangkan banyak manfaat.

Banyak yang beranggapan, semakin tinggi jumlah gaji, maka semakin tinggi kepuasan kerja yang didapatkan. Demikian pula sebaliknya. Namun apakah memang benar demikian?

Mengorbankan Gaji demi Work-Life Balance

Selagi muda, karyawan milenial umumnya ingin banyak menabung. Selain itu ia juga ingin bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki serta mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Untuk kedua hal itu, biasanya ia menghabiskan hampir semua waktunya untuk bekerja.

Namun tidak semua orang ingin menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja. Sebagian yang lain ingin adanya keseimbangan antara jumlah gaji yang didapatkan dengan work-life balance. Dalam hal ini, ia ingin memiliki gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi, ia juga ingin punya banyak waktu luang untuk melakukan kegiatan lainnya.

Sementara, sebagian yang lain beranggapan waktu tidak bisa digantikan. Sedangkan uang selalu bisa dicari. Untuk karyawan yang seperti ini, ia rela mengorbankan gaji yang diterimanya demi mendapatkan work-life balance.

Nah, berdasarkan tiga tipe karyawan di atas, kamu bisa memilih yang mana yang sesuai dengan preferensimu. Kamu juga bisa merubah preferensi seiring perjalanan waktu atau perkembangan karier. Dalam hal ini, kamu bisa memilihnya berdasarkan kepuasan atau kebahagiaan kerja yang akan kamu dapatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here