Yuk, Cari Tahu Tingkat Keterlibatan Karyawan di Perusahaanmu

Salah satu tanda bahwa karyawan loyal pada perusahaan adalah ia memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi pada pekerjaannya. Namun, bagaimana cara mengukur keterlibatan seorang karyawan?

Keterlibatan karyawan bukan hanya diukur dari keterlibatannya saat bekerja. Namun, ia juga harus terlibat secara emosional. Selain itu, karyawan harus bahagia mengerjakan pekerjaannya.

Keterlibatan Karyawan yang Tinggi Meningkatkan Produktivitas

Mengapa Human Resource Departement (HRD) harus mengukur tingkat keterlibatan karyawan? Karyawan yang bahagia, loyal dan berkomitmen pada pekerjaan akan menjadi karyawan yang produktif. Dengan begitu, perusahaan bisa memberikan produk atau jasa terbaiknya bagi konsumen. Sehingga, perusahaan bisa mendapatkan profit maksimal.

Mengukur Tingkat Keterlibatan Karyawan dengan Survei

Cara yang paling sering digunakan untuk mengukur keterlibatan karyawan adalah dengan melakukan survei. Beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan saat survei mencakup:

  • Tingkat kepuasan dan kebahagiaan karyawan;
  • Keterlibatan karyawan;
  • Keadaan fisik karyawan;
  • Hubungan antar karyawan.

Baca Juga: Yuk, Intip 5 Alasan Karyawan Merasa Demotivasi Kerja

Melakukan Percakapan Empat Mata

Selain survei, percakapan empat mata juga bisa mengungkap keterlibatan karyawan. Dengan percakapan empat mata, karyawan merasa bebas mengungkapkan pendapatnya tanpa ada tekanan atau kekhawatiran.

Melakukan Stay/Exit Interviews

Selain survei, lakukan pula stay dan exit interview. Keduanya merupakan wawancara yang lebih terstruktur.

Stay interview mengungkapkan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan perusahaan, yang membuat karyawan bertahan bekerja di perusahaan. Stay interview juga bisa mengungkapkan hal-hal apa saja yang bisa dibenahi agar karyawan merasa bahagia dengan pekerjaan atau posisi yang ditempatinya.

Sementara, exit interview mengungkapkan hal-hal apa yang membuat karyawan ingin resign dan pindah dari perusahaan.

Hasil Pengukuran Keterlibatan Karyawan

Hasil pengukuran keterlibatan karyawan selanjutnya dapat dikomunikasikan dengan karyawan atau tim-tim lain di perusahaan. Sehingga HRD dan perusahaan bisa membenahi kekurangan yang ada, sekaligus meningkatkan hal-hal positif yang sudah dilakukan untuk membuat karyawan merasa bahagia dengan pekerjaannya.

Mengukur tingkat keterlibatan karyawan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan. Karenanya, HRD harus agile dalam hal ini. Dengan mengukur tingkat keterlibatan karyawan, kamu menunjukkan bahwa perusahaan melakukan segala upaya untuk membahagiakan karyawannya demi tercapainya produktivitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here