Bagaimana Perusahaan Menjaga Kesehatan Mental Karyawan Saat WFH?

Kesehatan mental karyawan menjadi isu paling penting sejak kebijakan work from home (WFH) diberlakukan selama pandemi. Meski awalnya terkesan bisa lebih santai bekerja, nyatanya banyak karyawan sulit beradaptasi dengan kondisi baru ini. Bahkan, tidak sedikit pula yang bertambah stres bekerja sejak WFH.

Nah, apa yang bisa perusahaan lakukan untuk menjaga kesehatan mental karyawan saat WFH? Berikut beberapa hal yang sebaiknya perusahaan lakukan, terlebih di masa pandemi ini.

Komitmen pada Jam Kerja sesuai WFO

Salah satu keluhan terbesar karyawan sejak WFH adalah jam kerja yang tiada batas. Waktu kerja yang fleksibel rasanya membuat beberapa atasan tidak memerhatikan jam kerja karyawan. Tak heran jika justru banyak lembur muncul semenjak bekerja di rumah.

Di sinilah pentingnya perusahaan membuat kebijakan jelas seputar jam kerja selama pandemi. Perusahaan harus punya komitmen kuat menerapkan kerja delapan jam layaknya bekerja di kantor. Karyawan tetap butuh jam istirahat dan waktu pulang meski hanya bekerja dari rumah.

Membebankan Target yang Realistis ke Karyawan

Demi menjaga kesehatan mental karyawan, sudah seharusnya perusahaan memberi target realistis pada setiap pekerjaan. Butuh banyak fleksibilitas serta adaptasi di masa pandemi ini. Jangan sampai menerapkan standar dan tuntutan target terlalu tinggi sementara kondisi pandemi memengaruhi pencapaian.

Kondisi pandemi yang tak kunjung usai sudah cukup membuat karyawan cemas. Beban kerja terlalu tinggi dan tidak realistis dapat menambah stres karyawan. Perusahaan harus mengevaluasi kembali rencana serta realisasi pekerjaan agar tidak terlalu membebani karyawan.

Baca Juga: Jam Kerja WFH: Ini Untungnya Punya Jam Kerja Fleksibel

Lebih Peka pada Pekerjaan di Luar Jam Kerja

Namun, ada kalanya pekerjaan di luar jam kerja memang harus tetap dilakukan. Di kondisi seperti ini, ada baiknya perusahan lebih peka pada kondisi karyawan. Misalnya, atasan memberikan apresiasi lebih saat karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan hingga agak larut malam.

Apresiasi sekecil apa pun mampu menjaga kesehatan mental karyawan. Setidaknya karyawan tidak merasa hanya diperas tenaganya untuk bekerja. Karyawan juga layak mendapat apresiasi dan perhatian saat bisa memberikan yang terbaik.

Memberikan Fasilitas Penunjang Kerja Jarak Jauh

Sejak WFH, kesehatan mental karyawan sering mudah terguncang oleh hal-hal sepele. Misalnya, koneksi internet memburuk atau kuota internet habis. Hal kecil ini sudah sangat berdampak besar pada pekerjaan harian bukan?

Itu sebabnya perusahaan sebaiknya memberikan sarana penunjang yang tepat bagi karyawan. Tidak semua karyawan terbiasa bekerja jarak jauh. Jika diperlukan, berikan subsidi pembelian kuota bagi karyawan.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk menjaga kesehatan mental karyawan selama WFH. Ingat, karyawan juga merupakan aset berharga perusahaan yang harus dijaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here