Doorway Effect: Saat Kamu Lupa Mau Berkata atau Melakukan Sesuatu

Lupa adalah hal wajar yang pasti dialami semua orang. Namun, lupa ingin berkata atau melakukan hal-hal yang baru saja terpikirkan pasti membuat kamu jengkel. Ternyata fenomena tersebut tak asing dan dikenal dengan sebutan doorway effect.

Salah satu contoh doorway effect adalah saat kamu masuk ke rumah untuk mengambil kunci motor. Setelah sampai di dalam rumah, kamu malah lupa ingin melakukan hal apa. Tentu saja hal ini jadi menyebalkan bila terjadi berulang kali.

Apa yang Terjadi Saat Seseorang Mengalami Doorway Effect?

Penelitian tentang doorway effect pernah dilakukan oleh Gabriel Radvansky dan rekan-rekannya. Berdasarkan penelitian tersebut, terungkap bahwa otak manusia akan menciptakan memori baru saat berada di ruangan atau tempat baru.

Alhasil kamu kesulitan mengingat hal-hal yang terjadi pada ruangan atau tempat lama. Keinginan mengambil kunci motor muncul saat kamu sudah di halaman rumah. Sedangkan ketika kamu masuk ke dalam rumah, otak akan menciptakan memori baru yang membuat kamu lupa dengan kunci motor.

Faktor-Faktor Pencetus yang Memperparah Kecenderungan Lupa

Kamu keliru bila menganggap doorway effect kerap terjadi pada orang tua. Survei yang dilakukan Womenhealth justru menyatakan bahwa generasi muda lebih rentan dialami generasi muda. Beberapa faktor yang memperparah kecenderungan lupa tersebut antara lain:

  • Kebiasaan hidup yang terlalu bergantung pada teknologi. Salah satu contohnya, masyarakat modern terbiasa menyimpan kontak seseorang di smartphone dan tidak pernah berusaha menghafalkannya.
  • Tekanan hidup yang berasal dari stres kerja, tuntutan orang-orang sekitar, dan keinginan untuk menjalani gaya hidup glamor.
  • Rutinitas yang dilakukan secara multi-tasking sehingga fokus otak terhadap suatu aktivitas jadi berkurang.

Baca Juga: Apakah Kamu Termasuk dalam Golongan Generasi O?

Cara Efektif Meminimalkan Kecenderungan Lupa

Doorway effect yang menyebabkan kamu jadi pelupa dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satu yang paling praktis adalah metode lokus atau istana memori (method of loci). Metode lokus akan membantu untuk mengelompokkan memori secara rinci sehingga risiko lupa dapat diminimalkan.

Caranya, mulailah dengan menghafalkan bentuk (konten visual) daripada deretan kata-kata. Ketika kamu mendengar kata ayam, kamu tentu akan langsung membayangkan bentuknya ketimbang mengingat ejaan huruf a-y-a-m. Proses visualisasi tersebut akan membantu meningkatkan daya ingat.

Contohnya, saat kamu akan membeli produk kebersihan tubuh, kamu membayangkan isi kamar mandi di rumah. Bayangkan isi kamar mandi dan produk-produk di dalamnya, kemudian berusahalah mengingat produk-produk yang sudah habis dan harus segera dibeli. Cara sederhana ini akan meminimalkan risiko lupa saat berbelanja.

Jangan menyerah dulu bila sering mengalami doorway effect akhir-akhir ini. Temukan cara terbaik untuk mengembalikan daya ingat agar aktivitas kamu tidak terganggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here