Beberapa Mitos Sesat dalam Mengatur Keuangan yang Sebaiknya Jangan Anda Percayai

mitos sesat
sumber: mag

JOB-LIKE – Mengatur keuangan memang bukanlah perkara yang mudah bagi sebagian orang. Dan yang makin memperburuk keadaan adalah banyaknya mitos-mitos sesat untuk mengatur keuangan yang beredar luas di dunia maya. Tidak jarang mitos-mitos sesat tersebut membuat kondisi keuangan seseorang menjadi bertambah buruk. Oleh karena itu, Anda harus pandai dalam menilai sebuah informasi, khususnya informasi tentang tips dan cara mengatur keuangan. Jangan biarkan mitos-mitos sesat tersebut merusak kondisi keuangan Anda. Dikutip dari laman Thebalance, berikut beberapa mitos sesat dalam mengatur keuangan yang sebaiknya jangan Anda percayai.

Mitos Sesat Seputar Mengatur Keuangan yang Jangan Anda Percayai

1. Mengatur Keuangan Harus Sangat Detail dan Terperinci

panduan mengatur keuangan
sumber: beeaccounting

Salah satu kesalahpahaman terbesar dalam mengatur anggaran keuangan adalah harus detail dan terperinci seperti memasukkan data di Microsoft Excel. Hal ini sangatlah keliru. Anda tidak perlu terlalu detail dan terperinci dalam mengatur keuangan Anda. Namun, hal ini tidak berarti Anda harus selalu mengabaikan pengeluaran dan pemasukan yang kecil. Aturlah keuangan Anda senyaman yang Anda inginkan. Jika Anda sudah berumah tangga, Anda bisa mengonsultasikan masalah ini dengan pasangan Anda. Jangan mengikuti anggaran keuangan orang lain karena setiap orang pasti memiliki anggaran keuangan yang berbeda-beda.

2. Terpaku dengan Anggaran yang Sudah Ditentukan

Sumber: Workamajig

Hal ini juga kerap menjadi sebuah kekeliruan dalam mengatur keuangan. Anda selalu terpaku dengan anggaran yang sudah ditentukan. Contohnya, Anda sudah menentukan anggaran belanja kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 1 juta dan anggaran untuk hiburan sebesar Rp 500 ribu. Namun, sayangnya ada beberapa hal diluar rencana, seperti kenaikan harga, yang akhirnya mengharuskan Anda mengeluarkan uang lebih untuk belanja kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 1,2 juta, sehingga anggaran hiburan Anda terpangkas dan hanya tersisa Rp 300 ribu.

Baca Juga : Keuangan Anda Sering Terpakai Percuma? Catat 4 Cara Menghemat Uang Ini

Hal ini sebenarnya tidaklah salah, namun beberapa pakar keuangan menyarankan agar sebaiknya Anda menaikan anggaran belanja Anda menjadi Rp 1,2 juta dan anggaran hiburan Anda tetap di Rp 500 ribu. Hal ini menandakan bahwa anggaran Anda ternyata sudah terlalu kecil dan harus mengikuti kondisi keuangan saat ini. Jangan memangkas anggaran yang sudah tepat, tetapi atur kembali anggaran yang sudah kurang. Jangan jadikan anggaran yang sudah Anda tentukan sebagai sebuah keharusan, tetapi jadikan anggaran tersebut sebagai acuan dalam berbelanja.

3. Mengatur Keuangan Hanya untuk Orang-Orang Tertentu Saja

Sumber: Expertbeacon

Inilah kekeliruan dan mitos paling sesat dalam mengatur keuangan. Mengatur keuangan berlaku untuk semua orang. Dari yang kaya sampai yang miskin sekalipun. Sebagian orang berpikir bahwa orang yang kaya raya perlu mengatur keuangan mereka karena mereka punya cukup uang. Ada juga orang yang berpikir bahwa mereka terlalu miskin untuk mengatur keuangan karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk dikelola dan diatur. Selain itu juga ada orang yang berpikir bahwa mereka tidak perlu mengatur keuangan karena mereka tidak memiliki hutang dan pengeluaran khusus lainnya. Semua asumsi ini sangat salah dan keliru. Tidak peduli siapa Anda, semua orang bisa mendapatkan manfaat positif dari mengatur keuangan. Percayalah!