Mitos Tentang HRD yang Wajib Diluruskan Kebenarannya. Yuk Cari Tahu!

Human Resources Development (HRD) merupakan salah satu divisi penting yang ada di perusahaan, baik perusahaan besar maupun startup. Namun, divisi tersebut sering kali disepelekan karena tidak dianggap sama pentingnya dengan divisi keuangan, produksi, atau marketing. Mitos tentang HRD yang keliru harus diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang menyimpang.

Apa saja sih mitos tentang HRD yang ternyata keliru dengan fakta di dunia kerja? Inilah ulasannya!

Sangat Cocok Dikerjakan oleh Lulusan SMA atau Sederajat

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat memang punya kesempatan menjadi staf HRD. Namun, bukan berarti bidang pekerjaan HRD tidak membutuhkan latar belakang pendidikan yang tinggi.

Mitos tentang HRD ini justru keliru karena mayoritas perusahaan menginginkan staf HRD dengan kualifikasi minimal S1 Hukum. Biasanya lulusan S1 dari jurusan psikologi atau hukum lebih diprioritaskan karena dianggap mampu menerapkan kebijakan secara efektif di perusahaan.

Baca Juga: Terungkap! Alasan HRD Menolak Karyawan yang Sudah Menikah

Orang Introvert Tak Cocok menjadi Staf HRD

Mitos tentang HRD ini muncul karena divisi HRD memiliki korelasi erat dengan semua divisi di perusahaan. Kendati demikian, bukan berarti orang berkepribadian introvert tidak cocok menjadi staf HRD. Kepribadian introvert justru penting agar staf HRD bisa menilai segala sesuatu secara objektif sebelum mengambil keputusan.

Orang-orang introvert biasanya telaten melakukan pengamatan sebelum menentukan kesimpulan, terutama kesimpulan yang berkaitan dengan banyak orang.

Pekerjaannya Hanya Menyortir CV

Pekerjaan staf HRD bukan cuma menyortir Curriculum Viate (CV) lho. Mitos tentang HRD yang dianggap hanya berurusan dengan pekerjaan menyortir CV memang menyebalkan. Selain menyortir CV, banyak hal penting lainnya yang harus diurus ketika melakukan rekrutmen karyawan baru.

Jadi, tak mengherankan bila staf HRD senantiasa menyortir CV secara cepat agar pekerjaannya selesai tepat waktu. Para pelamar kerja harus berinisiatif membuat CV yang bernuansa profesional sekaligus menarik agar lekas dilirik staf HRD.

Bidang Pekerjaan yang Stafnya Tidak Pernah Lembur

Bukan hanya divisi produksi, keuangan, atau marketing saja yang harus lembur kerja. Divisi HRD juga mengalami hal serupa. Mitos tentang HRD tak pernah lembur muncul karena tanggung jawab HRD dianggap ringan. Padahal, masalah training karyawan dan penerapan kebijakan perusahaan membuat staf HRD harus menjalani lembur supaya pekerjaannya lekas rampung sesuai target.

Kesimpulannya, semua pekerjaan memiliki suka dukanya masing-masing, termasuk divisi HRD. Jangan biarkan mitos tentang HRD berkembang di masyarakat sehingga orang-orang yang berkecimpung di dalamnya dipandang sebelah mata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here