‘Most Valuable Employee’ Jadi Motivasi Karyawan TLG Lebih Produktif

'Most Valuable Employee' Jadi Motivasi Karyawan TLG Lebih Produktif

Sebagai rumah produksi animasi yang mengutamakan kualitas, The Little Giantz tidak sembarang dalam memilih kandidat atau calon karyawan. Selain rangkaian tes seperti psikotes dan wawancara yang umum dilakukan perusahaan kepada calon karyawannya, The Little Giantz menerapkan practical test pada sebagian besar calon karyawannya.

Practical test dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan calon karyawan untuk menempati posisi yang ia lamar. Dengan melihat hasil karya calon karyawan, perusahaan tahu mana kandidat terbaik yang pantas untuk direkrut.

“Dalam satu bulan, The Little Giantz menerima 400 hingga 500 aplikasi pelamar. Sehingga, kami betul-betul harus menyeleksi dengan efektif dan efisien. Practical test diberikan kepada pelamar yang melamar di bagian tertentu misalnya animasi, composing, storyboard, dan sebagainya yang akan bersentuhan dengan kendala teknis,” kata Sagita Ajeng Daniari, Corporate Secretary The Little Giantz.

Upaya yang dilakukan The Little Giantz untuk mendapatkan karyawan terbaik, tak hanya dilakukan pada saat proses rekrutmen.

The Little Giantz memiliki strategi untuk mempertahankan SDM terbaiknya dengan menyematkan apresiasi Most Valueable Employee kepada karyawan yang dinilai baik dari segi performa, attitude, serta absensi kehadiran.

Baca Juga : Predikat Best Employee, Penting Nggak Sih dalam Perjalanan Karier?

Pemberian apresiasi Most Valueable Employee telah dilakukan oleh The Little Giantz sejak setahun lalu. Melihat pertumbuhan jumlah karyawan yang cukup pesat, Most Valueable Employee tak hanya menjadi ajang pemberian apresiasi namun juga menjadi motivasi bagi karyawan lainnya.

“Kami melihat dari performanya. Bagaimana ia mengejar deadline, kami juga melihat absensinya. Penilaian untuk menentukan Most Valuable Employee juga melibatkan jajaran BOD (Board of Director). Predikat Most Valuable Employee ini merupakan kesempatan bagi seluruh karyawan dari departemen bersinar,” lanjut Ajeng.

Ajeng melihat ada perubahan yang cukup siginifikan dari produktivitas karyawan jelang pengumuman Most Valuable Employee.

“Pengumuman Most Valuable Employee dilakukan setiap enam bulan sekali. Banyak karyawan yang performanya naik turun. Yang terlihat, setiap kali jelang penyelenggaraan Most Valuable Employee kinerja mereka langsung menanjak. Apalagi kalau sudah diberitahukan apa hadiahnya. Intinya, semua karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Most Valuable Employee,” jelas Ajeng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here