Beberapa Negara yang Melupakan Warisan Memukau Peradabannya

warisan peradaban
Sumber : walkerstours

Warisan dunia dari peradaban masa lalu merupakan harta berharga yang dimiliki setiap negara. Namun beberapa negara melupakan warisan yang dimilikinya, padahal warisan tersebut mampu memukau dunia. Bahkan beberapa bisa dijadikan sumber devisa untuk negara pemiliknya. Namun sayang, karena warisan ini tidak terlalu diekspos dan kurang diperhatikan sehingga pesonanya seolah tersembunyi. Berikut adalah warisan peradaban dunia yang terlupakan oleh negaranya.

Warisan Peradaban yang Terlupakan oleh Negaranya

Sigiriya

Sigiriya
Sumber: charismaticplanet

Sigiriya merupakan peninggalan dari istana kuno yang terletak di atas bukit batu. Dalam bahasa Indonesia disebut Batu Singa, Sigiriya terletak di kawasan Matale, Sri Lanka. Tempat ini juga dikelilingi oleh hutan serta waduk sehingga memiliki pemandangan yang sangat indah seperti melihat lukisan kuno Ajanta Caves.

Sirigaya dibangun ketika pemerintahan Raja Kassapa I atau sekitar tahun 477-495 sebelum masehi. Tempat tersebut merupakan satu dari tujuh peninggalan kuno yang ada di wilayah Sri Lanka. Diduga, Sigiriya sudah ditempati sejak masa pra sejarah. Sekitar abad ke-5, tempat ini dijadikan sebagai biara.

Torun

Torun
Sumber: unescoworldheritagecentre

Torun merupkan sebuah kota yang terletak di Vistula River, Polandia Utara. Tempat ini juga menjadi tempat kelahiran bagi Nicolaus Copernicus yakni seorang ilmuan yang terkenal dengan teori heliosentris yakni matahari adalah pusat dari tata surya. Kota kuno tersebut telah ada sejak tahun 1100 sebelum masehi dan hingga kini masih berjaya. Tempat ini semakin berkembang sejak dibangunnya kota penyangga kota Torun seperti pada kota Bekasi dan Jakarta.

Ajanta Caves

Ajanta Caves
Sumber: myfavourite

Ajanta Caves merupakan sebuah goa yang terletak di Maharastra. Goa ajanta memiliki banyak peninggalan kuno seperti lukisan dan patung-patung Buddha yang mempunyai nilai seni sangat tinggi. Diperkirakan, peninggalan tersebut sudah ada di dalam gua sejak abad ke 2 sebelum masehi.

Goa Ajanta telah ditinggalkan oleh penduduk sekitar selama 1300 tahun, sehingga pada bagian luar goa Ajanta tumbuh semak belukar yang tinggi dan tidak ada yang tahu keberadaan goa ini. Hingga secara tidak sengaja pada musim semi tahun 1819, seorang perwira Inggris menemukan goa Ajanta setelah masuk ke dalam ngarai yang curam. Akhrinya dia menuliskan nama dan tahun kedatangannya di dinding goa Ajanta “Kapten Smith, April 1819”

Banaue Rice Terrace

Banaue Rice Terrace
Sumber: travelinnate

Banaue Rice Terraces adalah sawah irigasi kuno yang telah berumur lebih dari 2000 tahun. Sawah irigasi ini terletak di sekitar Gunung Ifugao, Fillipina. Sawah yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut serta memiliki luas sekitar 10.360 meter persegi ini “diukir” oleh nenek moyang bangsa Filipina dengan peralatan yang sangat tradisional.

Uniknya, nenek moyang bangsa Filipina ini mampu mengatur sedemikian rupa antara pengairan sawah serta hutan yang letaknya di atas persawahan tersebut.  Sampai sekarang penduduk setempat masih menggunakan sawah irigasi tersebut untuk menanam aneka sayuran. Jika pemerintah Filipina mau mempromosikan tempat tersebut, maka Banaue Rice Terraces akan menjadi destinasi baru di Filipina.