Nyobain Kopi dengan Mapple Syrup, Emang Cocok?

Maraknya bisnis kopi kekinian menjadikan kopi sebagai komoditi gaya hidup. Konsumennya bukan hanya dari kalangan pecinta kopi. Yang tidak mengerti soal kopi pun mendadak jadi penyuka kopi.

Ya, bisnis kopi kekinian mampu menggiring mindset konsumen bahwa kopi saat ini mencerminkan gaya hidup perkotaan yang dinamis dan penuh passion.

Mengadaptasi bisnis kopi kekinian yang semakin menjamur, Faizal Octorhino, founder Caffeine Bar, melihat peluang untuk menghadirkan kopi dengan cita rasa yang sedikit berbeda. Rhino, begitu ia disapa, melahirkan brand Kopi Muraja sejak 2017.

Menempati basement pada salah satu pusat perbelanjaan di daerah Blok M, Kopi Muraja menghadirkan suasana friendly bagi seluruh pelanggannya yang diakui Rhino dari berbagai kalangan.

Mengganti Gula Aren dengan Mapple Syrup

Nyobain Kopi dengan Mapple Syrup, Emang Cocok?
Varian Kopi Muraja dengan Mapple Syrup (Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Saya menyambangi Rhino di kedai kopinya yang sederhana, namun tetap nyaman. Sambil meracik segelas kopi susu dengan mapple syrup, kami pun berbincang tentang bisnis kedai kopi ini lebih lanjut.

Eh, tunggu. Kopi kok pakai mapple syrup ya? Rasa heran saya dijawab dengan sederhana oleh Rhino.

Baca Juga: Mendongkrak Perkembangan Bisnis melalui Teknologi

Di tangan saya sudah ada segelas kopi susu dengan mapple syrup. Sambil menyesapnya sedikit-sedikit, saya merasakan ada rasa segar di antara pahitnya kopi dan manisnya susu. Ketika ditanya kenapa memilih menggunakan mapple syrup, Rhino menjawabnya sederhana.

“Saya ingin memberikan sensasi ngopi yang berbeda untuk konsumen. Kenapa saya memilih menggunakan mapple syrup dibandingan gula aren seperti kopi kekinian kebanyakan? Setelah banyak percobaan, mapple syrup ternyata memberikan rasa yang lebih ringan. Tidak lengket di tenggorokan. Sehingga, ngopi pun terasa lebih menyenangkan,” jelasnya sambil meracik segelas kopi.

Ngopi Nggak Harus Mahal!

Nyobain Kopi dengan Mapple Syrup, Emang Cocok?
Sumber: Kopi Muraja

Sambil menikmati kopi racikannya, kami berbincang soal perkembangan bisnis kedai kopinya saat ini. Nama Kopi Muraja diambil dari akronim “murah aja”. Lewat Kopi Muraja, Rhino ingin menyampaikan gagasannya bahwa untuk dapat menikmati kopi tak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam.

“Sekarang saya melihat kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak yang rela mengeluarkan banyak duit untuk segelas kopi. Bagi saya, kenapa harus beli mahal-mahal, kalau bisa memberikan harga kopi kekinian yang lebih terjangkau, namun tetap berkualitas,” lanjutnya.

Tak hanya mengandalkan penjualan offline, Kopi Muraja juga aktif melakukan penjualan secara daring melalui platform jasa transportasi online. Melihat perkembangan digital dalam ranah bisnis kopi dengan munculnya kedai kopi yang menggunakan aplikasi, ke depan Rhino akan mempersiapkan aplikasi untuk melakukan pemesanan kopi.

“Rencana untuk membuat aplikasi sudah terpikirkan, tetapi untuk saat ini Kopi Muraja fokus untuk mengembangkan pasar terlebih dahulu. Di awal kami sudah merambah Jakarta Utara (Kelapa Gading) dan sekitarnya. Saat ini, mulai merambah ke Jakarta Selatan dan sekitarnya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here