Teror Fintech Abal-Abal Semakin Meresahkan, OJK Ambil Sikap

Fintech peer to peer lending atau yang juga biasa dikenal dengan bisnis pinjaman online memang sedang menjamur di Indonesia. Tercatat cukup banyak bisnis pinjaman online yang beroperasi di Indonesia.

Sayangnya, menurut data statistik yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hampir 70 persen lini usaha fintech peer to peer lending adalah ilegal karena belum memiliki legalitas resmi dari OJK.

Dalam menanggapi hal ini, OJK turut ambil sikap dengan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati. Terlebih, para pinjaman online ilegal tersebut kerap menebar teror kepada nasabahnya yang kesulitan membayar uang pinjaman mereka.

Marak Fintech Abal-Abal, OJK: Pastikan Legalitasnya

Setelah mencuat kasus yang menimpa salah seorang nasabah pinjaman online yang diteror, pihak OJK selalu mengimbau agar masyarakat Indonesia menggunakan jasa pinjaman online yang sudah tersertifikasi oleh OJK.

OJK berharap agar para pebisnis pinjaman online diwajibkan untuk mendaftarkan lini bisnis mereka kepada OJK guna dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan sertifikasi.

Sebelumnya, seorang warga asal Jakarta berinisial Y merasa dirinya telah dirugikan lantaran teror yang ia alami dari debt collector (penagih utang) salah Incash, yakni pinjaman online yang statusnya masih ilegal dan belum mendapatkan legalitas dari OJK.

Baca Juga: Maraknya Pinjaman Online di Indonesia, Nasabah: Saya Tak Sudi Bayar!

Y mengaku telah dilecehkan dan direndahkan oleh para penagih utang tersebut. Berdasarkan pengakuannya, Y meminjam uang kepada Incash sebesar Rp1 juta. Namun karena alasan birokrasi, uang yang ia terima hanya sebesar Rp680 ribu.

Setelah Y telat mencicil utangnya selama 1 hari, para penagih utang Incash mengambil langkah ekstrem dengan mengiklankan harga diri Y sebesar Rp1 juta untuk menjadi pemuas nafsu “para hidung belang” guna melunasi utangnya kepada Incash.

Sumber: sinarharapan

Sontak hal ini membuat Y tersinggung dan tidak terima. Alhasil, masalah ini ditempuh melalui jalur hukum. Pihak Incash sendiri masih belum melakukan klarifikasi, bahkan, oknum penagih utang Incash tersebut masih dalam status buron oleh pihak kepolisian.

Berkaca kepada kasus yang dialami Y, maka OJK juga turut memperketat aturan bisnis pinjaman online di Indonesia. Ke depannya, OJK akan bekerjasama dengan Kemkominfo untuk melakukan pemblokiran aplikasi pinjaman online ilegal yang saat ini merebak luas.

Jadi, bagi kamu yang saat ini juga ingin meminjam uang kepada pinjaman online, maka pastikan fintech peer to peer lending tersebut sudah mengantongi legalitas dari OJK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here