OnlinePajak, Aplikasi Pelaporan Pajak Online yang Mempermudah User

Kristian Gunawan, VP Engineering OnlinePajak. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Hitung, lapor, dan setor menjadi fokus OnlinePajak sebagai aplikasi yang mempermudah penggunanya untuk melaporkan pajak. Kendati berperan sebagai platform pelaporan pajak, OnlinePajak tak ingin diklaim sebagai perusahaan pajak, melainkan perusahaan IT.

Startup yang berdiri pada 2015 ini menegaskan statusnya sebagai perusahaan rintisan di bidang IT melalui pengembangan teknologi yang mempermudah dalam pelaporan pajak. Melalui OnlinePajak, semua kegiatan pelaporan pajak terintegrasi dalam satu platform.

Hal ini dijelaskan oleh Kristian Gunawan, VP Engineering OnlinePajak, ketika ditemui Job-Like Magazine dalam sebuah seminar. Kristian menekankan perbedaan platform OnlinePajak dengan platform pelaporan pajak yang telah disediakan oleh pemerintah.

Melalui aplikasi OnlinePajak, pengguna bisa memproses pajaknya dari tahapan awal, yaitu penghitungan pajak. Proses pembayaran pajak pasca penghitungan pun dilakukan dalam platform yang sama. Kontras dengan keterbatasan servis yang ditawarkan platform milik pemerintah.

Startup ini dibangun sebagai solusi masalah pajak melalui online application yang membawa semua proses yang rumit ke satu tempat. Tahap pertama, prepare. Mempersiapkan pajaknya untuk dihitung. Kalau aplikasinya pemerintah, kalkulasi dilakukan di tempat lain,” jelas Kristian.

“Lalu tahap pay. Kalau dibutuhkan pembayaran, maka user bisa langsung melakukan pembayaran. Di aplikasi pemerintah pembayaran dilakukan di luar aplikasi, lalu untuk menyelesaikan laporannya, user harus kembali setelah pembayaran. E-filling dari pemerintah juga terpisah. Kami ingin mempermudah. Semua terintegrasi,” tuturnya. 

Baca Juga: Per 1 April 2019 Seluruh Transaksi E-Commerce Dikenakan Pajak

Selain menawarkan solusi pelaporan pajak online yang terintegrasi, OnlinePajak juga memberikan informasi aktual mengenai perkembangan pajak di Indonesia, terutama yang terkait dengan peraturan. Hal ini jelas mempermudah masyarakat untuk memahami lebih dalam mengenai pajak. 

Sudah Seri B, OnlinePajak Memasuki Fase “Berlari Kencang”

Sejak didirikan empat tahun silam, OnlinePajak telah menjaring satu juta pengguna terdaftar. Untuk perusahaan yang terdaftar tercatat ada 200 ribu perusahaan dari total 500 ribu pembayar pajak di seluruh Indonesia.

OnlinePajak sendiri didirikan oleh Charles Guinot, pengusaha asal Prancis, setelah ia merasakan kendala dan kerumitan dalam membayar pajak untuk perusahaannya.

Berawal dari permasalahannya ini, ide pembayaran pajak dalam satu aplikasi yang terintegrasi pun tercetus. Pada akhir 2018, OnlinePajak mendapatkan pendanaan Seri B senilai US$25 juta. 

“Sekarang kami sudah Seri B. Pada fase ini kami mau deliver fast dan go fast. Kami butuh lebih banyak orang. Istilahnya agar kami bisa lari kencang setelah beberapa tahun ke belakang kami lebih fokus menyiapkan platform-nya,” ujar Kristian.

“Dalam mencari talenta baru kami tak hanya mencari yang sudah ada, tetapi kami juga membentuk sendiri. Ada banyak fresh graduate yang kami asah agar sesuai dengan kultur perusahaan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here