Opportunity Cost, Perlukah Dipertimbangkan Saat Mengambil Keputusan?

Dalam mengambil keputusan bisnis selalu ada risiko yang harus dipertimbangkan. Selain itu ada baiknya kamu juga mempertimbangkan opportunity cost.

Opportunity cost adalah peluang atau kesempatan yang hilang akibat kamu menetapkan sebuah pilihan. Semisal, kalau kamu menerima pekerjaan di perusahaan A, maka kamu melewatkan kesempatan atau peluang untuk berkarir di perusahaan B.

Peluang atau kesempatan yang hilang akibat menetapkan pilihan seperti ini tidak hanya terjadi dalam karir. Hal ini juga bisa terjadi dalam segala aspek kehidupanmu. Seperti hubungan percintaan, keluarga, perencanaan keuangan, dan tentu saja dalam berbisnis.

Opportunity Cost dalam Bisnis

Melewatkan peluang atau kesempatan seringkali harus dialami oleh pebisnis. Dalam bisnis, yang dimaksud dengan opportunity cost pada umumnya adalah jumlah profit/keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan. Semisal, kamu memiliki kemampuan untuk berbisnis minuman kekinian. Tapi, kamu juga punya kemampuan untuk berbisnis di bidang lain. Semisal, bisnis fesyen.

Jika kamu memilih untuk berbisnis minuman kekinian, maka kamu akan kehilangan kesempatan atau peluang untuk mendapatkan profit dari berbisnis di bidang fesyen. Tentu saja, kamu harus mempertimbangkan hal-hal semacam ini jika ingin sukses dalam berbisnis.

Baca Juga: Cari Tahu Keinginan Konsumen dengan Metode Riset Pasar Ini

Dampak Hilangnya Peluang dan Kesempatan

Dalam menjalankan bisnis, kehilangan peluang atau kesempatan bisa dirasakan dampaknya secara langsung maupun tidak langsung. Jika hal itu terjadi secara langsung maka sering disebut sebagai explicit opportunity cost. Sedangkan jika tidak secara langsung disebut implicit opportunity cost.

Contoh Explicit

Misalnya, pemilik perusahaan tas ingin membeli mesin yang bisa meningkatkan kapasitas produksinya dua kali lipat. Harga mesin tersebut adalah Rp500 juta rupiah. Di sisi lain, ia juga bisa menggunakan bujet tersebut untuk melakukan promosi. Sehingga penjualan bisa meningkat sebanyak dua kali lipat. Jika ia memutuskan membeli mesin, maka ia melewatkan kesempatan untuk mendapatkan profit sebesar dua kali lipat.

Contoh Implisit

Sang pemilik perusahaan tas mengalami kerugian sehingga harus memangkas bujet. Untuk itu, ia bisa memotong gaji karyawannya tapi tetap menerima gaji penuh untuk dirinya. Namun, ia memilih untuk tetap memberi gaji penuh pada karyawannya dengan menggunakan seluruh gajinya. Dalam hal ini, ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji. Tapi, untuk jangka panjang, ia bisa menyelamatkan perusahaannya.

Dalam berbisnis, peluang atau kesempatan yang kamu ambil bisa menentukan sukses atau tidaknya bisnis yang dimiliki. Semisal, jika kamu berbisnis kuliner, mempertimbangkan untuk mengganti supplier bisa berpengaruh pada kualitas dan cita rasa menu yang kamu tawarkan lho.

Oleh karenanya, sebagai pebisnis, ada baiknya kamu mempertimbangkan pula opportunity cost dalam mengambil keputusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here