Ramalan Bisnis 2019: Meraba Peluang Bisnis Digital di Indonesia

Bisnis Digital
Patrick Grove, Co-Founder & CEO Catcha Group

“If your business is not on the internet, then your business will be out of business”

Bill Gates – Founder Microsoft

Penggalan quote di atas harusnya menyadarkan kita betapa kuatnya pengaruh internet bagi perkembangan bisnis dewasa ini. Pendapat tersebut diamini oleh Patrick Grove, Co-Founder & CEO Catcha Group. Catcha Group merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan bisnis digital berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia.

Job-Like Magazine berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Patrick saat penyelenggaraan Wild Digital Conference 2018, Desember lalu di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Patrick mengutarakan perihal passion-nya dalam bidang bisnis digital, serta prediksi tentang perkembangan bisnis digital di Indonesia.

Wawancara Eksklusif Job-Like Magazine dengan Patrick Grove, Co-Founder & CEO Catcha Group.

Hi, Patrick! Welcome to Jakarta! Boleh diceritakan, apa sih yang menjadi motivasi kamu membangun ekosistem bisnis digital di Asia?

Saat saya masih kecil, saya selalu bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha. Seperti yang kita ketahui, saat itu bisnis yang populer terkait dengan properti, manufaktur, atau ekspor. Suatu ketika saya menyadari, saya ingin merintis bisnis sendiri yang belum pernah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Saat itu, 20 tahun yang lalu saya memulainya dengan bisnis internet karena 20 tahun yang lalu, belum banyak orang yang menggunakan internet untuk berbisnis. Jadi, saya tersadar jika saya bisa menjadi orang pertama yang melakukannya, suatu saat saya bisa menjadi seorang pionir.

Jadi, apa yang menjadi fokus dalam bisnis Anda saat ini?

Saya fokus kepada pencarian ide-ide hebat, orang-orang hebat, dan menggabungkan kedua nilai tersebut untuk mendorong mereka menghasilkan profit. Profit tersebut membuat ide-ide yang ada menjadi lebih hebat dan lebih baik.

Ini bukan pertama kalinya Anda ke Jakarta. Catcha Group juga memiliki bisnis yang ada di Jakarta seperti rumah123.com, mobil123.com, dan iflix. Bagaimana Anda melihat perkembangan bisnis digital sendiri di Indonesia?

Saya rasa potensinya sangat besar. Saya pikir di Indonesia kesempatannya masih terbuka lebar. Apalagi banyak anak muda yang berani memulai bisnis digital.

Apa pesan Anda kepada anak-anak muda yang saat ini sedang merintis bisnis digitalnya?

Be brave and just do it. Cari seseorang yang bisa dijadikan mentor, ikuti nasehat mereka, dan cobalah sampai berhasil.

Tantangannya apa sih yang Anda rasakan ketika harus membentuk kelompok-kelompok bisnis digital menjadi sebuah ekosistem dengan kesamaan visi dan misi?

Saya justru melihatnya bukan sebuah tantangan tetapi begitu banyak kesempatan yang terbuka, ketika kita menguasai internet. Jadi, berpikirlah untuk fokus dalam pengerjaannya, cari investor, belajar sebanyak mungkin, dan lakukanlah. Just do it.

Baca Juga: Wild Digital Conference 2018: Indonesia Diprediksi Lahirkan Next Unicorn Tahun Depan

Jika Anda diminta untuk memprediksi, sejauh mana Indonesia bisa menjadi lahan yang subur untuk perkembangan bisnis digital?

Tahun 2019 merupakan waktu terbaik sepanjang sejarah untuk memulai bisnis dalam ranah internet/digital di Indonesia. Jadi yang harus dilakukan terutama bagi para pelaku bisnis di Indonesia adalah mulai sekarang juga, banyak yang harus dipelajari, kerja keras, dan semuanya akan berdampak positif di masa depan. Jangan hanya menunggu, jangan malu untuk mengungkapkan ide, dan lakukanlah! Saat Anda memulai merintis bisnis digital saat ini, saya pikir 2 tahun yang akan datang akan ada 10 Nexicorn (Next Unicorn) di Indonesia senilai 100 juta US dolar. Start now, it’s the best time.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here