Peluang Karier dari Bussr, Khusus Buat yang Mau Belajar Hal Baru

Peluang Karier dari Bussr, Khusus Buat yang Mau Belajar Hal Baru
Tim kerja Bussr yang fun dan diverse. (Foto: dok. Bussr)

Sebagai tech startup yang sedang berkembang di Indonesia, Bussr memiliki tugas besar untuk meyakinkan para job seeker agar berminat untuk bergabung bersama startup di bidang transportasi ini.

Kompetensi perusahaan menjadi salah satu pertimbangan bagi job seekers dalam mencari pekerjaan. Talent Acquisition Bussr, Dewi Astrini, berkata dalam meyakinkan job seekers, ia merasa perlu untuk menyampaikan apa saja yang menjadi value Bussr.

“Bussr ingin menerapkan nilai keberagaman (diversity) dalam tim. Kami juga ingin membangun budaya multinasional karena kita bekerja dengan ekspatriat,” jelas Dewi.

Kebutuhan rekrutmen Bussr saat ini cukup banyak. Rekrutmen terbuka baik untuk fresh graduate maupun experienced. Meski startup, namun kebutuhan rekrutmen Bussr terbuka untuk pelamar yang berasal dari sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), konsultan, dan agency.

“Kami mencari karakter pelamar yang fun, senang bekerja sama, senang menjalin pertemanan, muda, dan enerjik. Yang terpenting dapat membaur dengan sesama karyawan Bussr,” jelasnya.

Dalam mencari kandidat yang sesuai dengan karakter perusahaan, Dewi mengaku menemui beberapa tantangan salah satunya mengenalkan Bussr kepada para kandidat.

Baca Juga: 5 Tips Melamar di Startup Bagi Para Fresh Graduate

Untuk mengenalkan Bussr kepada para jobseeker Dewi menggunakan media LinkedIn. Selain sebagai talent pool, LinkedIn juga berfungsi dalam menyebarkan berita dan hal-hal lain yang berhubungan dengan Employer Branding.

Dewi Astrini, Talent Acquisition Bussr. (Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

“Jika ada yang bertanya, bekerja di Bussr itu seperti apa sih? Pertama, Bussr itu tempat bekerja yang fun dan diverse. Di sini kita bisa bertemu dengan beragam orang. Kemudian, kita juga akan banyak belajar dan tidak menuntup kemungkinan untuk mempelajari banyak hal,” terang Dewi.

Dalam menyeleksi kandidat, Bussr mengutamakan kualitas soft skill di samping keterampilan teknis. Soft skill merupakan salah satu indikator untuk mengukur karakter serta kualitas pribadi pekerja.

“Selain keterampilan teknis, soft skills juga diutamakan. Seseorang yang banyak berorganisasi pada saat kuliah, biasanya memiliki kecakapan soft skill yang lebih dibandingkan mereka yang belum pernah berorganisasi.”

Memiliki pengalaman magang juga menjadi nilai tambah di mata Bussr. Berbekal pengalaman magang, seseorang pasti sudah memahami situasi kerja serta bagaimana harus bersikap.

“Ketika masuk ke dalam dunia startup pantang untuk malu bertanya. Jika ada ide atau ada yang kurang jelas, segera bertanya. Take initiative. Berani mengambil insiatif berlaku tak hanya ketika bekerja di startup, tetapi untuk segala jenis pekerjaan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here