Menjadi Pemimpin di Era Digital, Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

Menjadi Pemimpin di Era Digital, Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!

Digitalisasi di segala aspek kehidupan membawa transformasi yang luar biasa bagi perkembangan zaman. Tak terkecuali, dalam dunia kerja. Fleksibilitas yang ditawarkan dari kehadiran teknologi, memberikan banyak kemudahan bagi banyak orang dalam bekerja. Terutama bagi generasi milenial yang dikenal sebagai generasi yang lebih terbuka dengan pemanfaatan teknologi dalam kesehariannya.

Era digital juga telah mengubah cara seseorang dalam memimpin dan mengelola organisasinya. Termasuk dalam mengelola dan mengintegrasikan generasi milenial dengan generasi baby boomer dan generasi X untuk menghindari konflik antargenerasi di lingkungan kerja.

Hal ini disampaikan oleh Eric Mary, Country Manager Robert Walters Indonesia, perusahaan rekrutmen berskala global. Menurut Eric, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh para pemimpin, terutama jika mereka menangani generasi yang berbeda di tempat kerja.

Menjadi Pemimpin di Era Digital, Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini!
Country Manager Robert Walters Indonesia, Eric Mary

Kemampuan Berkomunikasi

Di era digital, seorang pemimpin dituntut untuk mampu berkomunikasi tidak hanya secara fisik dengan bertatap muka, namun juga piawai dalam berkomunikasi melalui berbagai saluran berbasis teknologi yang dapat menunjang efektivitas dan efisiensi dalam bekerja seperti e-mail, aplikasi, hingga chat messenger.

Berpikiran Terbuka

Seorang pemimpin harus memiliki pemikiran yang terbuka untuk memberikan kesempatan bagi karyawannya dalam melakukan pekerjaannya dengan metode sesuai dengan culture dan cara kerjanya masing-masing, selama hasil yang disampaikan tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tanggap Terhadap Perubahan

Pemimpin di era digital, harus memiliki kepekaan dan kecepatan dalam melihat dan menilai suatu perubahan. Serta mengintegrasikan informasi tersebut menjadi keputusan dalam menjalankan perusahaannya. Perkembangan teknologi yang pesat telah turut mengubah kebiasaan dan perilaku pasar.

Berani Mengambil Risiko

Karena perubahan terjadi sangat cepat, maka perusahaan harus turut bertransformasi dalam rangka beradaptasi dengan perubahan. Untuk itu, saat ini seorang pemimpin perusahaan harus berani mengambil risiko dengan bereksperimen mencoba cara baru dan menilai cara mana yang paling efektif untuk diterapkan perusahaan.

Poin Tambahan untuk Pemimpin di Era Digital

Kepemimpinan yang ideal, tidak tumbuh dari lama pengalaman kerja yang dimiliki seorang pemimpin, namun juga bagaimana seorang pemimpin dapat memanfaatkan setiap potensi di dalam dirinya. Rajeev Peshawaria, CEO ICLIF, juga menyebutkan pentingnya para pemimpin mengadaptasi metode kepemimpinan mereka di era digital.

Ia mengingatkan bahwa kepemipinan merupakan seni memanfaatkan energi manusia untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. Ada tiga bagian yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin untuk memanfaatkan potensi diri dan energi orang-orang di sekelilingnya untuk maju.

Mengoptimalkan Energi Diri Sendiri

Hal mendasar yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah values atau prinsip moral yang sangat dipercaya dan dijalani dalam kehidupan sehari – hari. Keteguhan seorang pemimpin dalam mempercayai dan memegang teguh prinsip moralnya ini akan menjadi motivasi yang kuat bagi seorang pemimpin untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: 3 Fakta Milenial yang Mengubah Manajemen Perusahaan

Memperoleh dan Memberikan Energi pada Pemimpin Lainnya

Seorang pemimpin harus mampu memberdayakan dan memicu semangat orang lain, hingga dapat melahirkan pemimpin-pemimpin lainnya. Pemimpin di tahap ini merupakan seorang pemimpin yang tidak lagi memikirkan perkembangan dirinya sendiri, namun juga kepentingan dan perkembangan pemimpin lain yang berada di bawah naungan kepemimpinannya. Meskipun harus rela berbagi otoritas dan tanggung jawab dengan mereka.

Memberikan Energi pada Organisasi

Pada tahap ini, seorang pemimpin harus secara proaktif dan berkelanjutan membentuk strategi perusahaan, arsitektur organisasi, dan budaya di dalam organisasi atau perusahaan tersebut.

Mengelola Konflik Antargenerasi di Tempat Kerja

Seiring dengan generasi millenial yang telah memasuki usia produktif. para pemimpin mencari cara agar tenaga kerja lintas generasi dapat bekerja sama secara efektif. Hal yang perlu diperhatikan oleh para pemimpin atau manajer untuk memahami apa yang dapat memotivasi pekerja dari generasi yang berbeda. Serta bagaimana cara mereka berkomunikasi serta mengidentifikasi sumber konflik.

Untuk membangun ikatan dalam sebuah kelompok kerja antargenerasi, perusahaan dapat melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar generasi. Melalui kegiatan ini, perusahaan juga dapat mendorong intensitas interaksi antar anggota tim melalui proses diskusi atau melakukan program mentorship agar para manajer dapat membimbing karyawan yang lebih muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here