Pemkot Bogor Dukung Penyandang Disabilitas untuk Ikut Seleksi CPNS

Seleksi CPNS
Sumber: CPNSIndonesia

Melalui UPTD Pembinaan Mental Dan Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor memberikan dukungan penuh bagi kaum disabilitas untuk bisa mengikuti proses seleksi PNS (pegawai negeri sipil) di kota Bogor. Pemerintah kota Bogor menilai kaum disabilitas harus diberi kesempatan untuk bisa bekerja menjadi PNS di daerah kota Bogor dan sekitarnya.

Tak hanya itu, pemkot Bogor juga akan memberlakukan aturan baru untuk perekrutan karyawan di perusahaan. Nantinya, satu dari 50 lowongan kerja yang ada di sejumlah perusahaan akan dipersiapkan khusus untuk para disabilitas.

Siti Nursarah selaku Kepala UPTD Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengungkapkan, sampai saat ini belum ada pemerintah daerah (pemda) yang menerima kaum disabilitas untuk dijadikan sebagai honorer maupun langsung menjadi PNS.

“Ada memang yang disabilitas. Tetapi sudah diangkat dari dulu atau karena kecelakaan. Kami akan berjuang mengupayakan kaum disabilitas agar bisa ikut ujian CPNS,” ujar Siti Nursarah.

Nursarah juga menjelaskan, ada beberapa tahapan perekrutan kaum disabilitas dalam sebuah perusahaan, diantaranya adalah motivation rekrutmen, lokabina karya hingga balai pemulihan sosial penyandang cacat. Karena itu, selama perekrutan kerja harus ada pembinaan oleh UPTD PMKS.

“Saat ini sedikitnya ada 2230 penyandang disabilitas di Kota Bogor, terdiri dari cacat fisik, tuna rungu, tuna wicara, tuna netra dan sikotik mental atau gangguan jiwa. Mereka memiliki hak sama dalam mencari pekerjaan,” ujarnya.

Nursarah menuturkan, ada kaum disabilitas yang lumpuh kakinya, namun diterima di Bank Mandiri karena keahliannya. Hal ini harus mendapat sorotan positif agar semua kaum disabilitas semakin bisa diterima perusahaan atau pun intansi pemerintahan.

“Jangan dulu pihak luar, keluarga saja banyak yang menyembunyikan bahwa ada saudaranya mengalami disabilitas. Padahal kami akan membinanya sampai yang bersangkutan siap bekerja dan mempunyai skill,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, jika untuk tahun ini dana pelatihan PMKS meningkat dari Rp150 juta menjadi Rp300 juta. Anggaran tersebut belum termasuk bantuan dari pemerintah pusat yang langsung diterima oleh sasaran. Kaum disabilitas memang membutuhkan dukungan mental, pembinaan, dan modal.

“Sejauh ini disabilitas di Kota Bogor banyak kemajuan. Bahkan sampai ada olimpiade kaum disabilitas. Banyak kaum disabilitas yang diterima bekerja. Mudah-mudahan lebih maju lagi dan ada yang bisa ikut tes CPNS,” tutupnya.

Beri Komentar Anda

komentar