KitaBeli Raih Seed Funding yang Dipimpin East Ventures

Ilustrasi belanja online.

Baru didirikan pada Maret 2020, KitaBeli langsung mendapatkan seed funding dari East Ventures. Nilai dana awal yang disuntikan East Ventures kepada social commerce ini masih dirahasiakan. East Ventures berpartisipasi dengan beberapa angel investor pada pendanaan untuk KitaBeli tersebut.

KitaBeli merupakan social commerce untuk pembelian barang kebutuhan pokok. FMGC, dan produk kebutuhan rumah tangga. Sebagai social commerce, KitaBeli berperan sebagai platform untuk mempertemukan kelompok konsumen atau team buying. Melalui aplikasinya, pengguna mengundang kenalannya untuk membentuk grup belanja produk dengan potongan harga.

Model bisnis belanja secara berkelompok ini diangkat KitaBeli tidak terlepas melihat budaya bersosialisasi yang sangat tinggi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini diutarakan Prateek Chaturvendi, Co-Founder KitaBeli, yang melihat masyarakat Indonesia mudah berbagi informasi mengenai barang belanjaannya dan diskon yang mereka peroleh.

“KitaBeli merancang fitur yang membuat penggunanya dengan mudah berbagi informasi serta mengajak teman dan keluarga untuk berhemat dengan membeli barang secara berkelompok. Menurut kami, ini sesuatu yang belum tersedia di platform lain. Sekarang, semua bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah,” ujar Prateek dalam keterangan pers, Selasa (25/8).

Baca Juga: Startup Tjetak Disuntik Dana Seri A oleh Temasek di Tengah Pandemi

Meski baru diluncurkan pada Maret 2020, KitaBeli mengalami pertumbuhan pengguna aplikasinya dengan pesat. Pasalnya, setiap pengguna terdorong untuk mengajak kenalan atau keluarganya untuk bergabung dan mengunduh aplikasinya agar mendapatkan potongan harga. Nilai transaksi per pengguna di aplikasi pun mengalami pertumbuhan setiap bulannya.

“Pengguna KitaBeli suka dengan fitur sosial KitaBeli. Mereka juga puas dengan kecepatan pengiriman barang, 95 persen dari pesanan diantar dalam dua hari. Dari Jakarta, kami berencana untuk segera memperluas layanan ke kota-kota lain, termasuk kota tier 2-4,” bilang Ivana Tjandra, Co-Founder KitaBeli.

Sejauh ini KitaBeli baru beroperasi di wilayah Jabodetabek. Proses pemesanan barang dilakukan secara langsung di aplikasi, bukan melalui agen atau reseller. Sehingga startup ini mampu membangun loyalitas pelanggannya. Berkat model bisnis social commerce ini, East Venture memantapkan diri untuk menyuntikkan dananya.

“KitaBeli memperkenalkan team buying ke salah satu pasar ecommerce dengan pertumbuhan paling pesat. Kami antusias untuk bermitra dengan Prateek dan Ivana, membawa cara berbelanja baru ini ke konsumen Indonesia,” ujar Wilson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner of East Ventures.

Ecommerce FMCG adalah industri raksasa dengan ruang pertumbuhan yang besar, terutama di kota tier 2 dan 3. Model team buying yang ditawarkan memanfaatkan media sosial untuk menciptakan pengalaman pengguna yang menyenangkan dan sticky. Pengalaman ini mendorong pembelian barang kebutuhan pokok harian dengan frekuensi tinggi,” bilang Adrian Li, Managing Partner di AC Ventures. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here