Halodoc Umumkan Raih Pendanaan Seri C Senilai Rp1,1 Triliun

Ilustrasi pendanaan startup. (FOTO: Shutterstock)

Halodoc mendapatkan suntikan US$80 juta (sekitar Rp1,1 triliun) dalam pendanaan Seri C yang dipimpin oleh Astra International. Sebelumnya pada tahun 2019, Halodoc menerima pendanaan US$65 juta (sekitar Rp919 miliar) dalam putaran Seri B yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Kucuran dana berikutnya datang dari Bill & Melinda Gates Foundation, Allianz X, dan Prudential. Namun, nilainya tidak dipublikasikan. 

Keputusan Astra untuk menggaet Halodoc melalui pendanaan tidak terlepas dari model bisnisnya yang menjadi solusi akses layanan kesehatan di Indonesia. Menurut Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, investasi ini menunjukkan kepercayaan Astra terhadap positifnya pertumbuhan bisnis Halodoc.

“Satu bisnis cash yang sangat jelas dan mempunyai tujuan yang baik. Dengan adanya pandemi, kita melihat bahwa misalnya layanan kesehatan menjadi salah satu sektor pertumbuhan yang baik,” ujar Djony. 

Baca Juga: Halodoc Bakal Gandeng 500 Rumah Sakit Tahun Ini

Sebagai penyedia akses kesehatan, pertumbuhan bisnis Halodoc di tengah pandemi COVID-19 memang meningkat. Sebagai startup layanan kesehatan, mereka juga turut terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19 dengan menyediakan pusat vaksinasi di sejumlah kota di Indonesia. Melalui kerjasamanya dengan Gojek dan Kementerian Kesehatan, pusat vaksin Halodoc telah memvaksin lebih dari 50 ribu orang dalam 23 hari pertama program vaksin digelar. 

Pertumbuhan pesat hingga 16 kali lipat sudah dirasakan Halodoc ketika memasuki tahun ke dua. Saat ini ekosistem Halodoc telah didukung lebih dari 20 ribu mitra dokter berlisensi, dua ribu RS/klinik/laboratorium, dan empat ribu apotik terdaftar di ratusan kota di Indonesia. Halodoc juga telah dipercaya oleh lebih dari 20 perusahaan asuransi untuk mempermudah pasien menjangkau akses kesehatan. 

Tak ayal, pendanaan Seri C ini mendapatkan banyak dukungan. Selain Astra, investasi ini juga melibatkan Temasek, Telkomsel Mitra Inovasi, Novo Holdings, Acrew Diversify Capital Fund, Bangkok Bank, UOB Venture Management, Blibli Group, Openspace Ventures, dan beberapa investor lama.

“Kami bersyukur bahwa hari ini kami mengumumkan secara resmi bahwa kami mendapatkan kepercayaan baru dari beberapa investor baru dan juga investor yang existing untuk bersama-sama kita memudahkan layanan kesehatan untuk Indonesia,” ujar CEO Halodoc, Jonathan Sudharta.

Melalui pendanaan segar ini, Halodoc akan memperluas layanan melalui integrasi vertikal kesehatan. Artinya, mereka akan membangun aliansi strategis dengan berbagai pihak, seperti rumah sakit, apotik, dan produsen obat. Startup yang berdiri pada tahun 2016 ini juga akan meningkatkan pengalaman penggunanya melalui aplikasi mereka.

“Teknologi yang memberdayakan sistem janji temu kami sekarang digunakan untuk menyediakan perjalanan pasien yang aman dan efisien untuk pengujian dan vaksinasi COVID-19,” bilang Jonathan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here