Program Internship, Strategi Rekrutmen di Generali

Generali mulai fokus menggali rekrutmen melalui internship sejak 2018. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Pekerjaan seperti apa yang terbesit di benakmu ketika melakukan internship atau magang? Menginput data? Fotokopi dokumen? Atau hanya bengong karena bingung mau ngapain?

Sejatinya, internship menjadi wadah untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia kerja yang profesional. Melalui internship, mahasiswa merasakan pengalaman kerja yang sesungguhnya. Bukan lagi sekadar teori.

Nah, kalau tugas kamu selama magang hanya fotokopi dokumen, bagaimana kamu bisa bersaing ketika terjun ke dunia profesional nantinya? Jadi, hukumnya wajib nih untuk memilih tempat internship yang tepat.

Memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk melakukan internship yang sesuai dengan dunia kerja juga menjadi perhatian Generali, perusahaan multinasional yang bergerak di industri asuransi.

Generali membuka pintu lebar-lebar untuk mahasiswa merasakan pengalaman kerja. Menariknya lagi, mahasiswa magang juga berpeluang besar melanjutkan kariernya di Generali sebagai karyawan. Keren, kan?

Program internship memang dijadikan sebagai strategi rekrutmen oleh Generali sejak 2018. Untuk itu, Generali pun tidak main-main dalam menerima kandidat mahasiswa magang. Ada standar kualifikasi yang harus dimiliki oleh calon intern.

Baca Juga: 3 Hal yang Penting Diketahui Sebelum Memulai Program Internship

Selasa (27/8), perusahaan asal Italia ini menggelar kegiatan talkshow untuk para mahasiswa mengenal program internship di Generali. Tajuk yang diangkat adalah “Workforce of the Future: ‘Ready to Face 2030’”.

Sekitar 50 mahasiswa dari pelbagai universitas “mencuri” ilmu sukses dan pengalaman CEO Generali Edy Tuhirman yang hadir sebagai pembicara bersama Marihot A Pasaribu (Human Capital & Data Science Group Head), Edy Tuhirman (CEO), dan R. Arry Bagoes (Legal & Compliance Group Head).

Tak hanya berbagi ilmu dan pengalaman melalui talkshow, acara yang digelar setahun sekali ini juga mengajak mahasiswa untuk merasakan program seleksi internship melalui kegiatan forum group discussion (FGD).

“Workforce of the Future: ‘Ready to Face 2030’” ruang untuk mengenal program internship di Generali. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

“Tahun ini ada 50 intern di sini. Awalnya kami memang tidak fokus di internship, hanya menerima request untuk magang saja. Sejak 2018 kami mulai fokus, ketika itu ada 25 intern. Sekarang internship salah satu strategi dari rekrutmen,” bilang Agus Ismail, Head of Acquisition Generali kepada Job-Like Magazine.

Internship ternyata juga memberikan benefit bagi karyawan kami. Karena terkadang kami mendapatkan intern yang skill-nya lebih bagus dari karyawan. Itu sisi negatifnya sih, tapi sisi positifnya karyawan jadi terdorong untuk improve agar posisinya tidak digeser intern.”

Hotel T30: Cara Generali Mengembleng Kepercayaan Diri Mahasiswa Magang

Daisy Graciella, mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Simon Fraser University, di Kanada, mengaku kepada Job-Like Magazine bahwa ia sempat gugup ketika membagikan pengalamannya magang di Generali kepada 50 mahasiswa peserta talkshow

“Aku agak gugup tadi tampil sebagai nara sumber. Tapi, aku beruntung dapat kesempatan ngomong di depan orang. Ini melatih public speaking,” bilang Daisy.

“Awal masuk internship di sini aku juga nervous. Seperti yang dirasakan anak intern biasanya. Tapi, suasana di sini mendukung, lingkungannya lumayan santai. Banyak intern juga dan kami saling support. Rekan kerja di sini juga oke-oke,” imbuhnya. 

Bukan hanya Daisy, intern yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan talkshow ini. Para mahasiswa magang lainnya ikut ambil serta sebagai panitia. Ini salah satu bagian program magang yang diterapkan Generali untuk memberikan pengalaman kerja yang sesungguhnya.

Agus mengatakan tim rekrutmen yang dipimpinnya memegang konsep “Hotel T30” untuk mengembleng kepercayaan diri mahasiswa magang. “Hotel T30” adalah hotel berlantai 30 di Cina yang dibangun kurun 15 hari oleh 200 pekerja konstruksi.

“Saya gunakan hotel T30 untuk membangun semangat intern. Bagi mereka, bukan finansial yang terpenting, tetapi exposure seperti compliment. Hotel T30 yang 30 lantai dibangun dalam 15 hari. Artinya, seorang intern dalam waktu tiga bulan harus bisa membangun enam hotel,” ujar Agus.

“Bisa nggak? Bisa. Ada kejadian, intern kami berhasil membuat face recognisition hanya dalam sebulan. Yang terlihat tidak mungkin bagi mereka, ternyata bisa dilakukan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here