Work at Kulina: Tim Kecil dengan Passion yang Besar

Work At Kulina : Tim Kecil dengan Passion yang Besar
People At Kulina

Mencari karyawan yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan serta mengerti visi dan misi yang ingin dicapai, bukan hal mudah bagi seorang rekruter. Untuk mendapatkan karyawan yang diidamkan, seorang rekruter tidak hanya mengandalkan insting dengan melihat latar belakang pendidikan maupun pengalaman bekerja.

Attitude merupakan hal terpenting dari seorang kandidat yang dilihat oleh rekruter. Terlebih bagi rekruter atau perusahaan yang sarat dengan nilai dan prinsip kerja yang baik.

Bagi Kulina, online marketplace catering di Jakarta, nilai perusahaan menjadi tolak ukur penilaian bagi para karyawannya. Kecepatan (speed) merupakan salah satu etos kerja yang ditekankan kepada karyawan di Kulina.

“Kami diajarkan untuk selalu super cepat, penuh inisiatif, dan senang untuk bereksperimen. Kecepatan ini didukung dengan suasana kerja yang fleksibel dan bisa bekerja dari mana saja (remote). Founder kami bilang, kalau kita tidak cepat, maka kita akan dimakan oleh kompetitor,” jelas Dhea Audria, Head of People and Culture Kulina.

Dhea menyatakan ada 12 nilai yang disebut sebagai “kuPrinciples”. Kedua belas nilai tersebut yaitu,

  • Solve Customer Level 0 Needs
  • Bias for Action, Do Experiments
  • Dive Deep. Do Your Homework, Know Your Numbers
  • Double Down on Your Strengths
  • Tell the Truthm Even If It Hurts
  • Be Curious, Ask Questions
  • Pursue Acts of Service Without Expecting Anything in Return
  • Robot-Run, Human-Touch, Processize, and Automate with Empathy
  • Raise the Bar. Scale Yourself and Everything Around You
  • There is Always a Workaround, Hack, Invent, & Simplify
  • Play Offense, Disrupt Ourselves Before Others Do
  • Have Purpose & Have Fun

Di tahun keduanya, Kulina memiliki 40 karyawan di Jakarta dan Jogjakarta. Menurut Dhea, pengenalan “kuPrinciples” sudah dilakukan sejak karyawan menjalani proses rekrutmen agar rekruter dapat melihat karakteristik kandidat.

“Saat melakukan proses wawancara, rekruter akan bertanya ‘kuPrinciples’ mana yang paling menunjukkan diri kandidat tersebut dan nilai mana yang paling disukai. Jadi, sebelum bergabung mereka sudah tahu nilai-nilai yang Kulina percaya dan harus diterapkan sebagai bukti etos kerja,” kata Dhea.

Penanaman nilai-nilai “kuPrinciples” terus dilakukan secara berkala kepada setiap karyawan. Dalam rapat mingguan, tidak hanya dibahas soal permasalahan pekerjaan tetapi karyawan juga melakukan refleksi diri. Tujuannya untuk mengetahui apakah selama ini mereka sudah menerapkan nilai-nilai perusahaan secara tepat.


Kultur di Kulina yang paling ditekankan yaitu eksperimen, eksperimen, dan eksperimen terus. Bagaimana caranya, kita terus bereksperimen tanpa ada batasan. Salah pun tidak apa-apa. Itu yang paling aku suka di sini karena bisa meningkatkan kreativitas tanpa ada limitasi apapun.

Fatimah Marwahutami – Business Development Kulina

Kebahagiaan Karyawan, Untung bagi Perusahaan

Work At Kulina : Tim Kecil dengan Passion yang Besar
Keterbukaan membawa kenyamanan bagi karyawan Kulina untuk menyampaikan pendapatnya (Job-Like Magazine/Kiky.Waode)

Baca Juga: Kepakan Sayap Kulina, Online Marketplace Catering di Jakarta

Bagaimana cara membangkitkan semangat dan motivasi karyawan dalam bekerja? Setiap perusahaan mungkin memiliki caranya masing-masing. Karena kebahagiaan karyawan merupakan keuntungan bagi perusahaan.

Jika karyawannya tidak bahagia, bagaimana bisa mereka bisa bekerja dengan maksimal dan menghasilkan profit bagi perusahaan?

Pada umumnya, pemberian reward memberikan angin segar bagi karyawan yang sudah bekerja keras dan berkontribusi bagi perusahaan. Dhea menyatakan, Kulina pun melakukan hal tersebut untuk membahagiakan para karyawannya.

“Sejauh ini, kami memberlakukan penyesuaian gaji bagi yang mampu mencapai KPI. Selain itu, reward intangible juga diberlakukan, seperti memberitahukan pencapaian seseorang kepada seluruh karyawan saat rapat mingguan. Hal tersebut dapat memunculkan motivasi dalam diri karyawan.”

Divisi People and Culture Kulina juga menginisiasi kegiatan yang dapat mendekatkan karyawan. Makan malam bersama, nobar (nonton bareng), atau karaoke bersama, menjadi kegiatan yang dapat menyamarkan sekat karyawan satu dengan yang lainnya.

“Inilah keuntungan tim kecil, rencana gathering bisa langsung dijalani tanpa harus ada birokrasi. Kegiatan-kegiatan sederhana seperti ini membantu untuk mengenali tipe atau karakter karyawan. Misalnya, kita mengenal karyawan yang sangat pendiam di kantor. Tetapi, setelah ngobrol di luar kantor ternyata karyawan ini bisa lebih santai, lebih terbuka. Jadi, bisa menimbulkan rasa pengertian satu sama lain,” kata Dhea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here