Rahasia Sukses Penjual Online Pertama di Alibaba.com

Rahasia Sukses Penjual Online Pertama di Alibaba.com
Steven Zheng, Pebisnis E-Commerce Tiongkok (Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Steven Zheng menjadi saksi bagaimana Alibaba.com mengubah sistem perekonomian di Tiongkok menjadi virtual. Pebisnis asal Hangzhou Tiongkok ini sebelumnya tidak tahu apa-apa mengenai bisnis.

Ia tidak memiliki ide apapun untuk memulai bisnis. Ia pun tidak terbayang dapat melakukan bisnis darimana saja dan kapan saja dengan ribuan peminat, hingga Alibaba.com beroperasi pada tahun 1999.

Zheng mulai mengenal Alibaba.com sejak tahun 2000. Setelah 19 tahun berlalu, kini ia menjadi salah satu pebisnis e-commerce tersukses di Tiongkok. Produk bisnisnya mampu menembus pasar dunia hanya dengan satu klik.

Ditemui di Jakarta, Zheng berbagi cerita sukses dan pandangannya terhadap peluang bisnis e-commerce di Indonesia.

Cerita Keberhasilan Zheng Sebagai Pebisnis E-Commerce

Selamat datang di Jakarta! Bukankah ini kali pertama Anda berkunjung ke Jakarta, Indonesia?

Ya, ini adalah kali pertama saya berkunjung ke Indonesia dan saya sangat senang untuk menemukan peluang-peluang bisnis di sini.

Dalam kunjungan Anda kali ini, Anda akan berbicara soal perkembangan bisnis e-commerce. Bisa diceritakan bagaimana mulanya Anda terjun sebagai pebisnis e-commerce?

19 tahun yang lalu saya memulai bisnis pertama saya. Awalnya, saya tidak pernah terpikir bisnis seperti apa yang akan saya jalani. Saya bersama rekan akhirnya membuat sebuah produk yang ditujukan untuk masyarakat yang ada di Jepang dan Korea. Tetapi kami bingung, bagaimana memasarkannya? Karena pada saat itu, seluruh pengusaha di Tiongkok tidak ada yang mengenal pemasaran online. Sampai pada akhirnya muncul Alibaba.com dan saya mulai mendaftar di sana sebagai salah satu seller pertama. Kami mulai menampilkan produk dalam Alibaba.com. Empat hari setelahnya, saya mendapat satu pesanan dari orang Korea yang tertarik pada produk kami dan kami bertemu di Hangzhou. Dari sanalah saya mulai menjalankan bisnis e-commerce hingga hari ini.

Apa yang menjadi motivasi Anda dalam menjalankan bisnis hingga hari ini ?

Sangat sederhana. Bagaimana saya dapat mengenalkan produk kepada pembeli, mendapatkan perhatian mereka, mereka membeli, dan kami mendapatkan uang untuk kembali menjual produk tersebut. Proses ini menyenangkan dalam berbisnis.

Baca Juga : Jack Ma Menceritakan Peran Perempuan yang Membuat Alibaba Sukses

Berbicara soal bisnis e-commerce, Anda menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang potensial untuk mengembangkan bisnis e-commerce. Tetapi menurut Anda, apa yang menjadikan masih banyak penjual offline enggan beralih ke online?

Saya mengakui, Indonesia memiliki produk-produk lokal yang sangat bagus. Itulah mengapa banyak pebisnis asal Tiongkok datang ke Indonesia, kemudian membeli produk-produk di Indonesia dan membawanya kembali ke Tiongkok untuk dijual. Coba bayangkan proses yang menghabiskan uang dan waktu tersebut, dapat dilakukan sendiri secara daring? Ini persoalan pola pikir. Berpikirlah ketika Anda memasukkan produk Anda ke dalam platform digital, akan ada ratusan ribu peminat yang akan melihat produk Anda dari seluruh dunia. Jangan takut untuk memulai, karena jika tidak Anda akan hanya menjadi penonton dan tidak menikmati hasil dari proses ini.

Anda sudah melakukan bisnis di ranah e-commerce selama 19 tahun. Adakah nilai-nilai yang ingin Anda bagikan selama Anda berbisnis?

Ini pandangan saya secara personal bahwa dalam berbisnis kita harus menghargai semuanya. Tidak hanya rekan bisnis ataupun pembeli tetapi semua aspek. Karena ke depan kita berbisnis secara virtual, setiap orang bisa melihat kita. Kalau kita tidak menghargai pihak lain, maka kita akan ditinggal. Apa yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan sikap respect? Salah satu caranya adalah dengan menjalin komunikasi yang baik dengan rekan bisnis, pembeli, dan pihak-pihak terkait lainnya. Komunikasi yang baik akan membuat mereka merasa dihargai dan tidak akan meninggalkan kita.

Jika Anda memiliki nasihat kepada para pelaku bisnis online di Indonesia, apa yang ingin Anda sampaikan?

Well, jangan terlalu santai hahaha. Dalam berbisnis kita harus cepat bergerak, jangan merasa nyaman dengan apa yang sudah kita hasilkan. Karena dunia di luar sana akan jauh lebih cepat meninggalkan jika kita terlalu nyaman dengan kondisi saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here