Belajar Berpikir Kritis dalam Berkarier Itu Penting, Begini Caranya!

Belajar berpikir kritis dapat membantu karyawan untuk mengembangkan kariernya. Karyawan menjadi terasah untuk menyelesaikan masalah pada akarnya sehingga dapat mengambil solusi yang tepat.

Lalu, bagaimana cara belajar berpikir kritis yang efektif dan mudah diterapkan di kantor?

Memahami Perbedaan Pendapat Mampu Menjadi Media Belajar Berpikir Kritis

Perbedaan pendapat dan pemahaman pasti muncul dalam suatu tim di kantor. Meski satu tim berisi banyak ide dalam kepala, keberagaman ini dapat mengasah pola pikir karyawan untuk menghargai perbedaan pendapat tersebut. Ini awal mula dari proses berpikir kritis.

Setelah mampu menghargai pendapat orang lain, seseorang dapat memahami pendapat tersebut dari berbagai aspek. Dia akan belajar sesuatu dari sudut pandang orang lain. Pada akhirnya, sebuah ide baru pun dapat muncul dari memahami pendapat orang lain.

Gali Sebuah Masalah hingga Akarnya untuk Merangsang Belajar Berpikir Kritis

Mencari penyebab suatu masalah penting dilakukan untuk bisa menemukan solusi yang paling pas. Oleh sebab itu, karyawan yang terbiasa menggali akar masalah akan lebih mudah melakukannya. Gunakan panduan “what”, “how, dan “why” untuk menemukan akar masalah tersebut.

Kebiasaan ini merangsang seseorang untuk mendalami suatu masalah dengan lebih mudah. Berbagai pilihan penyelesaian masalah pun dapat muncul jika akar-akar masalah ditemukan. Ini adalah tahap lanjutan dari berpikir kritis.

Baca Juga: Yuk, Asah Skill Critical Thinking Kamu dengan Cara Ini

Identifikasi Cara-Cara Menyelesaikan Masalah dan Melihat Risikonya

Langkah belajar berpikir kritis selanjutnya adalah dengan mengidentifikasi penyelesaian masalah. Setiap langkah-langkah yang akan dilakukan pasti memiliki risiko tersendiri. Tugas karyawan adalah mempertimbangkan risiko yang muncul dan belajar menentukan langkah mana yang harus diambil.

Menakar cara dan risiko dapat melatih seseorang untuk banyak keputusan yang harus diambil kelak. Bukan tidak mungkin nih, terbiasa berpikir kritis pun dapat menjadikan seseorang sebagai sosok pemimpin di masa depan. Jadi, ada baiknya kamu mulai belajar dari sekarang ya.

Belajar Berpikir Kritis dengan Mempertahankan Pendapat Tanpa Emosional

Terakhir, berpegang teguh pada pendapat sendiri adalah kunci dari berpikir kritis. Namun, patut juga memerhatikan aspek kecerdasan emosional untuk menyeimbangkannya. Tidak perlu terlalu ngotot saat pendapat tersebut diperdebatkan, cukup berikan penjelasan masuk akal agar dapat dipertahankan.

Seseorang yang mampu mengelola emosi dengan baik pasti juga lebih terbuka pada sanggahan atau bantahan. Lagi pula, siapa tahu pendapat orang lain ada benarnya dan dapat menyempurnakan pendapat yang sudah diyakini. Intinya, jangan membuat tembok tinggi untuk melawan saran.

Jadi, sudahkah kamu belajar berpikir kritis selama ini? Karier kamu dijamin akan lebih berkembang jika mampu menerapkan hal-hal di atas. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here