Pentingkah Mengetahui Market Size dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

Bisnis akan berjalan dengan baik jika produk atau jasa yang ditawarkan dibeli oleh konsumen. Namun, bagaimana cara mengetahui seberapa banyak konsumen yang akan membelinya? Seberapa banyak pula konsumen yang akan melakukan pembelian ulang? Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara mengukur pangsa pasar atau market size.

Sebelum mempelajari cara mengukur market size, Anda juga perlu memahami mengapa market size penting bagi sebuah bisnis. Berikut ini penjelasan dan cara mengukurnya.

Market Size: Mengenali Perilaku Konsumen Lebih Dalam

Secara singkat, market size berarti jumlah individu yang potensial membeli sebuah produk/jasa. Namun, berbekal pengetahuan akan market size, Anda juga bisa mengetahui lebih dalam mengenai kebiasaan dan karakter konsumen. Misalnya, tipe produk yang digemari, jumlah pembelian, waktu pembelian, harapan konsumen terhadap produk, dan lain-lain.

Market size juga menunjukkan kemampuan kompetitor, serta bagaimana kompetitor memperlakukan pangsa pasar. Selain itu, pengetahuan mengenai market size juga dibutuhkan jika Anda ingin mengetahui seberapa besar bisnis bisa berkembang, berapa lama waktu yang dibutuhkan, serta tantangan yang bakal dihadapi untuk berkembang.

Bagaimana Cara Mengukur Market Size?

Secara umum, terdapat dua metode untuk mengukur market size, yaitu metode top-down dan metode bottom-up. Untuk mengukur secara akurat dengan menggunakan kedua metode tersebut diperlukan data yang didapatkan dari berbagai sumber. Salah satunya adalah survei.

Jika menggunakan metode top-down, data-data yang diperlukan berupa:

  • Total permintaan pasar untuk produk/jasa atau total available market (TAM).
  • Segmen pasar yang ditarget yang berada dalam jangkauan geografis atau serviceable available market (SAM).
  • Segmen pasar yang bisa dilayani atau share of market/serviceable obtainable market (SOM).

Baca Juga: Metode Flighting: Cara Efektif Mempopulerkan Produk Bisnis Anda

Sementara, untuk bottom-up data yang diperlukan adalah:

  • MS = market share dari konsumen potensial
  • N = total dari konsumen potensial
  • P = rata-rata harga jual
  • Q = rata-rata konsumsi produk/pembelian produk dalam setahun
  • Maka, market size = N x MS x P x Q

Menggunakan Metode Top-Down atau Bottom-Up?

Pada dasarnya, metode top-down merupakan cara mengukur market size dengan melihat kondisi pasar yang sudah terbentuk (mencari tahu volume atau nilai penjualan kategori produk atau jasa di sebuah area/kawasan).

Sementara, metode bottom-up, merupakan cara mengukur market size dengan menetapkan sebelumnya harga jual produk lalu mencari tahu seberapa besar TAM, SAM dan akhirnya SOM yang bisa didapatkan.

Berdasarkan karakteristiknya, pemilik bisnis baru cenderung menggunakan metode bottom-up untuk mengukur market size. Sementara, untuk bisnis yang sudah berjalan, metode top-down lebih sering digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here