Protein Ini Jadi Biang Keladi Kenapa Anda Alergi Makan Udang

Protein Ini Jadi Biang Keladi Kenapa Anda Alergi Makan Udang
Sumber: Healthmagaz

Bila Anda punya alergi makan udang, tentu akan berhati-hati saat memilih makanan. Alergi udang sendiri merupakan respon tak normal oleh sistem kekebalan tubuh pada protein pada jenis hewan laut dengan gejala ringan hingga parah, yang bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa. Masalah ini sudah sering dibicarakan secara ilmiah. Namun baru-baru ini terdapat hasil studi yang memaparkan biang keladi di belakangnya. Dan berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Penjelasan di Balik Reaksi Alergi Makan Udang

Peneliti di India dan di National Institute of Alergy and Infection Disease telah mengidentifikasi 2 bagian protein yang memicu reaksi alergi makan udang dan kerang yang terkait cukup erat. Penemuan ini menjadikan udang sebagai salah satu jenis makanan alergen yang alergennya telah dimurnikan dan diidentifikasi.

Di masa yang akan datang, hal ini mungkin bisa berarti menurunkan reaksi alergi pada orang-orang yang selama ini alergi makan udang atau seafood, di mana alergi ini bisa cukup berbahaya. Protein yang disebut dengan tropomyosin, ditemukan pada otot semua hewan di mana tropomyosin ini paling mirip satu dengan yang lain.

Sumber : ndtv

Hal demikian seperti yang diungkapkan oleh Dr. Dean D. Metcalfe, seorang spesialis alergi di institute yang menjadi pemimpin pada penelitian tersebut. Penelitian dimulai dengan sebuah ekstrak dari udang yang telah terbukti memicu reaksi alergi. Peneliti menguji fragmen protein dari ekstrak tersebut terhadap antibodi pasien yang alergi makan udang. Mereka mengisolasi tropomyosin sebagai protein yang memicu reaksi alergi.

Dr. Samuel Lahrer dari Tulane University dan rekan-rekannya pun telah membuat temuan serupa. Dr. Metcalfe dan Dr. P.V. Subba Rao dari Indian Institute of Science di Bangalore dan rekan kemudian melihat jauh ke depan untuk menentukan bagian mana dari tropomyosin udang yang terkait antibodi pada darah yang disebut IgE, yang menjadi pemicu reaksi alergi makan udang.

Baca Juga: Benarkah Makan Seafood Menjadi Biang Keladi Berbagai Masalah Kesehatan?

Mereka mengidentifikasi 2 daerah yang disebut epitop yang menempel pada tropomyosin udang pada IgE. Temuan ini pun dijelaskan dalam edisi terbaru dalam The Journal of Immunology. Dr. Metcalfe menjelaskan dalam sebuah wawancara bahwa epitop secara teoritis dapat digunakan untuk mengurangi reaksi pada orang-orang yang alergi makan udang.

Hal ini disebabkan karena ini hanya potongan alergen sehingga menjadi kurang memicu alergi yang merugikan ketika digunakan dalam suntikan alergi. Tujuan dari suntikan alergi ini adalah membuat seseorang menjadi toleran terhadap alergi yang dihadapi.

Sekitar 1 persen orang dewasa memiliki alergi makanan yang dapat didokumentasi  dan yang paling umum adalah kacang tanah, kerang, telur, dan seafood lainnya. Dan menurut Dr. Metcalfe, sekitar ¼ dari orang-orang tersebut pun alergi makan udang. Reaksi alergi dapat bervariasi, mulai gatal di mulut hingga masalah yang lebih serius.

Seseorang dapat mengalami kesulitan bernapas dan menelan, serta bisa mengalami rasa sakit nyeri di perut dan diare. Reaksi yang paling parah adalah syok anafilaksis yang mengancam jiwa. Dan orang yang alergi makan udang juga cenderung bereaksi negatif terhadap lobster dan kepiting, yang memiliki tropomyosin mirip dengan udang.

Orang-orang yang alergi makan udang dan kerang-kerangan juga bervariasi dalam sensitivitasnya. Dr. Metcalfe telah melihat satu pasien yang menderita reaksi alergi setelah berada di sebuah ruangan di mana udang direbus dan pasien lain bibirnya membengkak saat mencium orang terdekat setelah makan udang. Dan orang-orang yang sangat alergi harus membawa jarum suntik epinefrin (adrenalin) untuk digunakan bila mereka mengalami reaksi alergi yang parah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here