Kenali, 5 Penyebab Atasan Marah-Marah di Tempat Kerja

Dimarahi atasan tentu tidak menyenangkan. Selain karena rasa malu yang didapatkan, penilaian atasan yang kecewa bisa membuat karirmu berhenti di tengah jalan. Oleh karenanya, kamu harus waspada kalau atasan sering marah-marah di kantor.

Kalau kamu sering membuat atasan marah, kepercayaan atasan padamu lama-lama akan hilang. Hal ini bisa berakibat negatif. Seperti, kamu tidak lagi dipercaya untuk memimpin tim atau tidak lagi diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan penting. Kalau sudah begini, atasan pasti berpikir dua kali untuk mempromosikanmu.

Karenanya, selain menyelesaikan pekerjaan dengan baik, kamu juga harus menjaga perilaku di kantor atau di tempat kerja. Selain itu, ada baiknya kamu mengenali beberapa hal yang bisa membuat atasanmu marah-marah.

Terlalu Banyak Ngobrol dengan Rekan Kerja

Di kantor kamu boleh saja ngobrol dengan rekan kerja. Topik obrolan juga tidak harus soal pekerjaan. Tapi, pastikan pekerjaan yang ditugaskan atasan bisa kamu selesaikan tepat pada waktunya. Kalau kamu terlalu lama mengobrol dan pekerjaan yang ditugaskan tidak selesai, atasan bisa marah padamu.

Selain itu, pastikan kamu memilih waktu yang tepat untuk ngobrol. Hindari ngobrol pada saat meeting penting, atau pada saat tim/perusahaan mendapatkan masalah. Kalau melakukannya, atasan juga bisa marah-marah padamu. Karena, atasan menganggap kamu tidak mendahulukan kepentingan yang lebih utama.

Mengeluh Tanpa Memberi Solusi

Hindari mengeluh karena hal-hal yang sepele di kantor. Semisal, rekan kerja diberi tugas yang lebih mudah, komputer kantor lemot, atau tenggat waktu pekerjaan dipercepat. Kalau kamu mudah mengeluh, atasan bisa marah kepadamu.

Selain itu, atasan umumnya lebih mudah marah saat ada masalah mengenai pekerjaan. Lagi-lagi, pada saat-saat seperti ini, sebaiknya kamu tidak mengeluh pada atasan. Apalagi jika kamu tidak memberikan solusi untuk permasalahan yang ada. Bukan cuma marah, atasan bisa menganggapmu sebagai karyawan yang tidak kompeten. Kalau sudah begini, keberlangsungan kariermu bisa terancam.

Baca Juga: Time Blocking: Solusi untuk Mengatasi Pekerjaan yang Kerap Terbengkalai

Dimarahi Atasan karena Sering Terlambat

Atasan juga mudah marah kalau karyawannya punya kebiasaan terlambat. Bukan cuma terlambat masuk ke kantor saja, tapi juga terlambat dalam banyak hal lainnya. Semisal, terlambat menyampaikan laporan, terlambat melakukan follow up, terlambat meladeni pelanggan, dan lain-lain.

Kalau kamu sering terlambat, atasan bisa beranggapan kamu tidak fokus dalam bekerja. Atasan juga bisa beranggapan kamu meremehkan tugas/pekerjaan yang diberikan. Hal ini tentunya berpengaruh negatif bagi kariermu.

Atasan Marah-Marah karena Kamu Tidak Punya Komitmen

Atasan selalu menginginkan karyawannya bisa dipercaya dan diandalkan. Kalau kamu bisa dipercaya dan diandalkan, atasan akan selalu memperhatikanmu. Sebaliknya, kurangnya komitmen pada pekerjaan bisa membuat atasan kecewa kepadamu.

Semisal, kamu berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan pada minggu depan. Tapi saat waktunya tiba, kamu belum menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Tidak Menghargai Atasan

Sebagai bawahan yang baik, cobalah untuk selalu menghargai dan menghormati atasanmu. Baik pribadinya maupun wewenang yang dimilikinya. Seringkali tanpa disadari, karyawan tidak menghargai atasannya.

Semisal, mengunggah status di media sosial yang menjelekkan atasan, menolak pekerjaan yang diberikan, menyalahkan atasan saat ada masalah, atau meminta pada atasan untuk memecat rekan kerja. Beberapa perilaku tersebut bisa membuat atasan marah padamu.

Sebagian besar karyawan pasti pernah dimarahi oleh atasannya. Tapi, kalau kamu terlalu sering dimarahi, hal itu bisa berpengaruh buruk pada karirmu. Dengan mengenali penyebab atasan marah-marah, kamu bisa menghindarkan diri dari kemarahan atasan dan menyelamatkan kariermu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here