Depresi pada Milenial Kerap Disebabkan Hal-Hal Berikut

Depresi pada milenial belakangan ini sering terjadi. Pemicunya sendiri cukup banyak, mulai dari keluarga hingga masalah pekerjaan. Tidak heran kalau kemudian masalah kesehatan menjadi hal yang paling butuh perhatian khusus akhir-akhir ini.

Sayangnya, depresi pada milenial kadang tidak terlihat tanda-tandanya. Bahkan, sebagian besar milenial sendiri tidak sadar kalau mereka tengah memiliki masalah pada kesehatan mentalnya. Padahal, depresi pada milenial sangat mudah ditemukan karena hal-hal berikut ini.

Interaksi Kurang Baik dengan Keluarga Bisa Menjadi Pemicu Depresi pada Milenial

Keluarga adalah tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar dan tumbuh. Boleh saja anak menjadi pintar atau cerdas saat menempuh pendidikan, tetapi peran keluarga jauh lebih penting. Tanpa kita sadari, keluarga sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional seseorang.

Saat seseorang kurang memiliki interaksi hangat dengan keluarga, biasanya masa lalu di masa kecilnya bisa terbawa hingga dia dewasa. Ketidakmampuan untuk mengelola emosi di masa lalu dapat menjadi pemicu depresi pada milenial. Oleh sebab itu, hubungan yang baik dengan keluarga perlu dibangun meski seseorang sudah dewasa.

Depresi pada Milenial Paling Banyak Terjadi karena Jam Kerja yang Melelahkan

Penyebab kedua adalah faktor pekerjaan. Semakin banyak milenial yang mengalami depresi lantaran beban kerja serta jam kerja yang cukup tinggi. Bukan hanya fisik yang mengalami kelelahan, melainkan juga mental.

Saat milenial punya waktu untuk rehat dari pekerjaan, waktu tersebut lebih banyak dihabiskan untuk tidur. Padahal, masih ada kegiatan menyenangkan lain yang bisa dilakukan untuk meredakan lelah. Tidur bukan satu-satunya jalan lepas dari rasa lelah, kalau berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan mental.

Baca Juga: Benarkah Rasa Kesepian Bisa Menjadi Mesin Pembunuh? Berikut Penjelasan Sains

Depresi pada Milenial Timbul karena Interaksi Sosial yang Kurang

Seseorang yang jarang berinteraksi dengan orang lain juga rentan terkena depresi. Kecenderungan sifat individualis yang dimiliki milenial ternyata berdampak cukup besar pada kesehatan mental. Hal inilah yang bisa menjadi pemicu depresi.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Oleh sebab itu, keberadaan interaksi yang cukup dengan orang lain sangat dibutuhkan. Seseorang yang jarang bersosialisasi akan lebih mudah merasa lelah dan tertekan ketika dihadapkan dengan banyak orang.

Depresi pada milenial memang masih selalu hangat diperbincangkan. Yuk, mulai peka pada kesehatan mental diri sendiri. Beri waktu untuk kamu beristirahat ketika kamu benar-benar sudah lelah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here