Terungkap! Penyebab yang Membuat Lulusan S2 Malah Lama Menganggur

Kamu pasti tak merasa asing dengan fenomena para lulusan S2 yang lama menganggur. Bahkan, peluang untuk mendapatkan pekerjaan cenderung sama bagi orang-orang dengan status lulusan SMK, S1, maupun S2. Kenapa sih fenomena ini terjadi?

Ternyata beberapa hal berikut ini justru menjadi penyebab lulusan S2 lama menganggur:

Selalu Menginginkan Gaji Besar

Mayoritas lulusan S2 memang menginginkan gaji besar ketika pertama kali bekerja. Alasannya, nilai tersebut dianggap sebanding dengan biaya yang dikeluarkan selama menempuh jenjang pendidikan.

Padahal, perusahaan justru lebih menyukai lulusan S1 yang bersedia menerima gaji standar daripada lulusan S2 yang ngotot menginginkan gaji besar. Karena biasanya perusahaan akan tetap melakukan proses training setelah karyawan diterima kerja.

Sama Sekali Tidak Memiliki Pengalaman Kerja

Bukan rahasia lagi bila dunia kerja sangat membutuhkan orang-orang yang sudah berpengalaman. Supaya proses adaptasi pekerjaan berlangsung lebih singkat dan karyawan pun siap menjalani tugasnya secara profesional. Celakanya, banyak lulusan S2 lama menganggur karena sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja.

Baca Juga: Trik Ampuh yang Wajib Dilakukan agar Selalu Hemat saat Menganggur

Hal ini biasanya terjadi pada lulusan S2 yang tidak bekerja setelah lulus S1 melainkan langsung memilih melanjutkan ke jenjang S2. Akibatnya, lulusan S2 hanya memiliki wawasan standar tentang teori tanpa bekal pengalaman kerja yang memadai.

Memiliki Gelar Pendidikan yang Tidak Linear

Gelar pendidikan linear bisa diperoleh bila kamu menjalani pilihan studi yang sama pada jenjang S1 dan S2, misalnya sama-sama jurusan teknik industri. Bila kamu memiliki gelar yang linear, kemungkinan besar kamu akan mudah diterima bila melamar pekerjaan sebagai dosen.

Karena gelar tersebut menunjukkan bahwa kamu punya kapasitas keilmuan yang memadai untuk membimbing mahasiswa S1. Jadi, tak mengherankan bila banyak lulusan S2 lama menganggur karena gelar pendidikannya tidak linear akibat dipilih berdasarkan minat semata.

Usia Sudah Tidak Memenuhi Kualifikasi Kerja

Saat ini banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan untuk generasi muda. Rentang usia pelamar kerja pun dibatasi, misalnya maksimal 25 atau 27 tahun. Perusahaan menganggap bahwa tenaga kerja yang masih muda tergolong lebih cekatan, kreatif, dan mudah diarahkan sesuai visi misi perusahaan.

Hal ini bisa menjadi hambatan bagi lulusan S2 yang sudah cukup berumur. Karena biasanya jabatan menengah ke atas di perusahaan diisi oleh karyawan senior yang sudah bekerja selama beberapa tahun.

Kalau kamu lulusan S2, jangan sampai gelar pendidikan tersebut malah membuatmu kesulitan mencari kerja. Buktikan kamu bisa memasuki dunia kerja dengan proses yang lancar bahkan bisa segera membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here