Sarjana Menganggur Semakin Banyak, Mungkin Ini Penyebabnya!

Sarjana menganggur mungkin menjadi permasalahan cukup besar di negara ini. Lulusan universitas semakin membludak, sementara ladang pekerjaan untuk mereka tidak bertambah. Tidak heran jika persaingan untuk medapatkan satu posisi di perusahaan bisa diperebutkan banyak orang.

Ternyata bukan hanya jumlah lapangan kerja terbatas yang menyebabkan banyak sarjana menganggur. Ada faktor lain di luar hal tersebut, bahkan dari internal para lulusan sarjana. Kira-kira apa saja ya?

Ekspetasi Berlebihan Membuat Banyak Sarjana Menganggur Lama

Semakin ke sini, para fresh graduate punya standar tersendiri dalam menentukan pekerjaan. Salah satunya tentu saja faktor gaji alias penghasilan. Padahal, belum tentu gaji yang diinginkan dapat dipenuhi oleh perusahaan yang dilamar.

Ekspetasi yang berlebihan akan sering membuat para sarjana kecewa. Kalau terus-menerus hanya mengejar gaji, bisa jadi mendapatkan pekerjaan yang diimpikan menjadi mustahil. Inilah salah satu alasan kenapa pengangguran pun juga bisa meningkat.

Lapangan Kerja Masih Sedikit, Sementara Lulusan Sarjana Semakin Banyak

Penyebab berikutnya sudah menjadi masalah yang pasti muncul dari tahun ke tahun. Ketersediaan lapangan kerja yang terbatas membuat sarjana menganggur semakin banyak. Apalagi pola pikir bekerja harus seperti orang kantoran masih tetap bertahan sampai sekarang.

Saat lapangan kerja sedikit, satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah membuka lapangan kerja baru. Kalau para lulusan sarjana tidak punya tempat di perusahaan, bisa jadi mereka justru memiliki kesempatan untuk membuka usaha sendiri. Memulai usaha dari hal kecil seperti online shop pun bisa merangsang jiwa entrepreneur asal dipupuk terus-menerus.

Baca Juga: Duh, Jumlah Pengangguran Para Lulusan Sarjana Indonesia Meningkat

Sarjana Menganggur karena Kurangnya Keterampilan Khusus

Munculnya banyak perusahaan rintisan membuat para fresh graduate dituntut punya kemampuan khusus jika ingin bertahan di dunia kerja. Apalagi sekarang adalah zaman di mana semuanya serba digital, jadi tuntutan untuk melek teknologi sangat tinggi. Seseorang yang tidak mampu mengimbangi zaman jelas akan tergerus kehidupan.

Banyak sarjana mudah berpuas diri pada IPK yang dimiliki. Padahal, perusahaan zaman sekarang hanya memandang IPK sebagai “karcis” masuk untuk seleksi calon karyawan. Sisanya, hanya kemampuan dan pengalaman yang bisa dijual pada perusahaan agar tertarik merekrut mereka.

Ketidaksiapan Menghadapi Dunia Kerja

Namun, ada pula sarjana yang sudah sempat mencicipi dunia kerja. Sayangnya, mereka tidak bertahan lama dan hidup sebagai “kutu loncat” tanpa alasan jelas. Tidak siap menghadapi kerasnya dunia kerja ternyata bisa menjadi penyebab kenapa banyak sarjana menganggur.

Tidak ada tempat kerja sempurna yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Saat memutuskan untuk bekerja dengan orang lain, sudah sewajarnya seseorang mempertimbangkan berbagai risikonya. Hal inilah yang tampaknya belum bisa dipahami sepenuhnya oleh para sarjana.

Jadi, manakah yang menjadi penyebab terbesar banyaknya sarjana menganggur di Indonesia? Semoga kamu tetap semangat dan lekas menemukan pekerjaan yang tepat untukmu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here