Seberapa Penting Penyemprotan Desinfektan untuk Membunuh Virus?

Penularan virus Covid-19 memang terutama terjadi melalui tetesan air liur. Namun, virus Covid-19 juga bisa secara tidak langsung menjangkit seseorang melalui paparan pada permukaan benda mati yang kemudian disentuh oleh tangan. Oleh karenanya, penyemprotan desinfektan pada permukaan benda mati perlu dilakukan untuk mencegah penularan.

Paparan virus Covid-19 melalui benda mati dipertegas oleh studi yang dilakukan para peneliti dari Hong Kong University (HKU). Dari hasil pengujian, virus Covid-19 mampu bertahan hidup di permukaan benda mati dalam suhu ruangan hingga hitungan satu minggu. Hal ini jelas berbahaya bila seseorang memegang benda yang terpapar virus, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Mampu bertahannya virus Covid-19 tak terlepas karena pada dasarnya tubuh manusia memiliki patogen atau mikroorganisme parasit. Patogen menyebabkan penyakit bila jumlahnya terlalu besar dan tak mampu dikontrol oleh sistem imun tubuh. Patogen memiliki beberapa jenis, salah satunya virus. 

Berdasarkan hasil studi HKU yang dipublikasikan dalam jurnal “The Lancet” waktu hidup virus Covid-19 pada permukaan benda mati beragam. Hal itu tergantung pada bahan permukaan benda mati tersebut. Selain itu, konsentrasi virusnya akan berkurang dengan seiring waktu. Berikut rincian waktu hidup virus Covid-19 ketika menempel pada benda mati:

  • Kertas dan tisu. Sejak terpapar dari orang yang terjangkit, virus Covid-19 akan bertahan pada permukaan kertas dan tisu dalam kurun kurang dari 3 jam.
  • Besi. Segeralah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer setelah memegang besi, seperti gagang pintu, pagar, dan lainnya. Pasalnya, virus Covid-19 bisa bertahan hidup kurun 4-8 jam sejak terpapar. 
  • Kayu dan Kaca. Waktu hidup virus Covid-19 pada kayu dan kaca justru lebih lama dibandingkan bahan aluminium dan besi. Hasil studi menyebut virus Covid-19 hidup hingga 4 hari pada kayu dan kaca.
  • Sarung tangan operasi. Virus Covid-19 mampu bertahan hidup selama 8 jam ketika terpapar pada sarung tangan operasi yang digunakan tim medis.
  • Plastik. Bahan plastik juga menjadi wadah yang berbahaya untuk penularan virus Covid-19. Pasalnya, virus ini mampu bertahan hingga 5 hari pada permukaan plastik. 

Baca Juga: Ini Anjuran Psikolog untuk Atasi Stres akibat PHK karena Virus Covid-19

Mencegah Penularan Virus Covid-19 dengan Penyemprotan Desinfektan

Kemampuan virus Covid-19 untuk bertahan hidup di permukaan benda mati dalam waktu tertentu diamini Dr. Handoyo Yunian Ariarso, dokter Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) yang bertugas di RSU Pengayoman.

Untuk menghindari terjadinya paparan virus Covid-19 dari permukaan benda mati, Dr. Handoyo menyarankan dilakukannya penyemprotan desinfektan. Dalam prosesnya, virus akan mati dalam kurun 10 menit setelah penyemprotan desinfektan.

“Virus itu akan mati dengan desinfektan sebetulnya. Jenis virus apapun. Makanya anjuran dari WHO yang dipakai oleh Kemenkes, pemakaian desinfektan untuk menghilangkan virus yang menempel di benda-benda mati. Terutama benda-benda yang sering kita lalui. Seperti gagang pintu, meja kursi seperti itu yang mengakibatkan penularan yang akan lebih banyak,” jelasnya. 

“Karena kalau dibiarkan itu kan bisa sampai berjam-jam di situ. Bisa menularkan pada saat kita datang lagi kerja pegang lagi. Tapi dengan adanya desinfektan itu paling dalam jangka ya sekitar 10 menitan itu sudah bisa mati semua.”

Selain itu, Kemenkes sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran No HK.02/01/MENKES/216/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan CORONAVIRUS (COVID-19) di Tempat Kerja. Surat edaran ini menganjurkan kepada para pemegang keputusan di perusahaan untuk mensterilkan ruang kerja dengan penyemprotan desinfektan.

“Memastikan seluruh area kerja bersih & higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan desinfektan (seperti pegangan pintu, pegangan tangga, tombol lift, mesin absensi, ruang meeting dan lain-lain).”

Namun, yang perlu diperhatikan adalah penyemprotan desinfektan hanya ditujukan untuk benda mati, bukan langsung pada tubuh manusia. Pasalnya, kandungan kimia pada desinfektan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Salah satunya, alkohol dan klorin.

Sama halnya dengan bilik desinfektan yang tidak dianjurkan oleh WHO maupun Kemenkes. Paparan kandungan kimia ketika disemprot di dalam bilik bisa menyerang mata dan saluran pernapasan.

Selain itu, proses penyemprotan desinfektan di dalam bilik yang berlangsung kurang dari semenit tidak efektif untuk membunuh virus. Pasalnya, proses kerja desinfektan untuk mematikan virus membutuhkan waktu setidaknya 10 menit.

Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan sterilisasi diri dalam bilik desinfektan. Langkah tepat untuk menjaga diri adalah rutin mencuci tangan dengan sabun. Sementara itu, untuk menghindari paparan virus Covid-19 di ruangan, sebaiknya mengikuti anjuran Kemenkes dengan penyemprotan desinfektan pada rumah maupun tempat kerja.

Untuk proses penyemprotan desinfektan yang aman dan sesuai dengan standar Kemenkes, kamu bisa menghubungi Job-Like dengan klik timbol di bawah ini:

Lawan Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here