Skin Fasting, Perlu Nggak Sih untuk Perawatan Kulit Secara Rutin?

Pernahkah kamu mendengar istilah skin fasting atau puasa kulit untuk perawatan kecantikan? Tentu saja, rutinitas perawatan kulit tiap orang berbeda, namun cara baru dengan skin fasting yang sedang populer di sosmed. Biar lebih jelas lagi, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Skin Fasting?

Skin fasting memberikan waktu untuk kulit kamu bebas dari semua produk yang biasa digunakan sehari-hari. Konsep dari metode ini dipopulerkan oleh brand kecantikan dari Jepang, Mirai Clinical, yang berkomitmen membawamu pada rahasia kecantikan unik dari jepang dan mengikuti mantra “less is more“.

Konsep Menghentikan Pemakaian Kosmetik

Skin fasting menuntut kamu untuk lepas dari produk perawatan kulit, termasuk pelembap selama beberapa hari untuk memberi kesempatan pada kulit untuk menyembuhkan diri sendiri tanpa gangguan eksternal.

Artinya, kamu tidak menggunakan face wash apapun, tabir surya, pelembap, toner, atau serum pada kulit. Sehingga kamu terlepas dari ketergantungan pada bahan kimia.

Baca Juga: Khawatir Melakukan Perawatan Kulit saat Hamil? Ketahui Dulu Bahan dalam Kosmetik Anda

Bagaimana Konsep Ini Bekerja?

Puasa kulit adalah konsep yang hebat secara teori, tetapi tidak jika kamu mempraktikannya sehari-hari. Ada faktor eksternal yang memengaruhi dan membahayakan kulit yang tidak dipertimbangkan skin fasting.

Termasuk masalah polutan, sinar matahari yang berbahaya, dehidrasi kulit, penuaan dini, dan lainnya. Dan pada kenyataannya, produk perawatan kulit bisa membantu melindungi kulit dari faktor tersebut. Jadi, menghentikan penggunaan produk perawatan kulit bisa membahayakan kulit.

Meskipun demikian, ada beberapa contoh peran dari skin fasting. Misalnya, ketika kamu mengunakan terlalu banyak produk dan kulit kamu merasakan efek sampingnya. Dengan melakukan skin fasting, kamu bisa memulihkan kulit.

Atau, ketika kamu sedang mencoba sebuah produk baru. Melakukan tes produk tanpa dicampur dengan penggunaan produk kosmetik lain menjadi strategi untuk mengetahui kecocokan kulit. Selain kedua alasan tersebut, konsep ini dianggap tidak efisien untuk memanjakan kulit.

Kapan Seharusnya Menghindari Skin Fasting?

Terlepas dari semua yang dipaparkan di atas, kamu mungkin tergoda untuk mencoba konsep yang tidak dianjurkan. Tetapi sekali lagi, ada situasi tertentu yang sebaiknya kamu tidak melakukan konsep ini, terutama ketika tengah menjalani perawatan dari dokter kulit.

Penghentian ini dapat memperburuk masalah kulit dan bisa menyebabkan kerusakan kulit, dan bukannya malah memberi manfaat.

Namun, kamu sebaiknya tidak mengaplikasikan produk kosmetik secara berlebihan karena bisa menyumbat pori kulit dan menyebabkan berbagai masalah kulit.

Ketika kulit semakin menua, teksurnya juga berubah dan kecenderungan untuk menahan kerusakan pun berkurang. Jadi, jika kamu punya rutinitas perawatan kulit yang cocok, itu bagus. Tetapi, pastikan kamu tidak menggunakan produk apapun yang dapat membahayakan kulit dan merusak kulit dalam jangka panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here