Saham vs Properti, Investasi Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bagi yang ingin berinvestasi, ada beberapa jenis investasi yang bisa dipilih untuk mendapatkan imbal hasil yang menguntungkan. Di antaranya adalah saham dan properti. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Saham melibatkan perusahaan-perusahaan yang kinerja sahamnya di bursa efek diatur oleh pemerintah. Hal ini tentu menambah rasa aman bagi seorang investor.

Sementara properti, merupakan jenis investasi yang sudah lama dikenal oleh masyarakat luas. Sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat untuk menyisihkan sebagian penghasilan atau tabungannya untuk membeli tanah atau bangunan.

Memiliki Perusahaan dengan Berinvestasi di Saham

Kelebihan Berinvestasi Saham

Dengan berinvestasi di saham, kamu tidak perlu membangun bisnis sendiri. Membeli saham sebuah perusahaan berarti kamu memiliki sebagian dari perusahaan tersebut.

Dibandingkan beberapa puluh tahun lalu, berinvestasi saham sekarang lebih mudah. Kamu bisa berinvestasi di saham dengan modal yang kecil. Selain itu, transaksi bisa dilakukan secara online.

Baca Juga: Investasi Lebih Cerdas: Jangan Sampai Terkena Jebakan Cepat Kaya

Investor yang berinvestasi di saham mendapatkan dua keuntungan dari kenaikan harga saham di pasar modal, yaitu margin dan laba perusahaan yang dibagikan atau deviden. Saham juga bersifat liquid. Artinya, modal atau keuntungannya bisa sewaktu-waktu ditarik jika suatu kamu membutuhkannya.

Saham bisa pula digunakan sebagai tabungan. Kamu bisa menginvestasikan dana dalam jumlah tertentu setiap bulannya untuk dibelikan saham, dan mengambil profitnya beberapa tahun kemudian.

Kekurangan Berinvestasi Saham

Berinvestasi di pasar modal membutuhkan analisa pasar modal yang baik. Baik jangka panjang atau jangka pendek. Jika analisanya salah, maka bisa mengalami kerugian.

Investasi Properti Menjanjikan Keuntungan Tersendiri

Kelebihan Berinvestasi Properti

Investasi properti meliputi tanah dan bangunan. Jenis bangunannya bisa beragam, seperti rumah atau apartemen. Untuk mendapatkan keuntungan, kamu bisa menjual atau menyewakannya.

Tidak seperti saham, investasi properti bersifat riil. Kamu bisa melihat wujud fisik dari tanah atau bangunan yang dimiliki. Karena berbentuk fisik, kamu bisa merawatnya dan menawarkannya untuk dijual atau disewakan.

Keuntungan lain, nilai properti hampir bisa dipastikan naik setiap tahunnya. Nilai kenaikannya bergantung kepada banyak hal, seperti lokasi.

Kekurangan Berinvestasi di Properti

Untuk berinvestasi di properti membutuhkan modal yang cukup besar. Jumlahnya melebihi kebutuhan untuk berinvestasi di saham.

Kekurangan lainnya, tanah atau bangunan bersifat tidak likuid. Sehingga kamu tidak langsung begitu saja menjualnya. Namun, lain halnya jika kamu menyewakan sebuah bangunan untuk fungsi tertentu, seperti kontrakan atau kost-kostan.

Nah, kalau kamu bertanya, investasi mana yang lebih menguntungkan? Tentu jawabannya kembali kondisi keuangan dan preferensi kamu. Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan risikonya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here