Penyebab Kegagalan Produk yang Harus Dihindari Product Manager

Pernah mendengar istilah “white elephant product”? Istilah ini acap digunakan oleh Product Manager untuk produk yang memiliki spesifikasi yang canggih, namun gagal menarik perhatian user. Apa penyebab produk menjadi “white elephant? David Kurniawan, Project/Product Manager dari Delman.io membocorkan kesalahan yang harus dihindari dalam mengembangkan sebuah produk, dalam webinar “Agile Product Management: What and Why”, yang diadakan oleh Agile Circles dan The Startup Corporate, dan didukung oleh Job-Like. 

David menjelaskan “white elephant” terjadi karena pengembang, dalam hal ini Product Manager gagal memasukkan kebutuhan user dalam pengembangan produknya. Itu terjadi karena, Product Manager terlalu fokus pada cycle project/timeline. Padahal, produk yang sukses harus mampu menjawab kebutuhan user yang dinamis. Artinya, adaptasi akan kebutuhan dan perilaku pasar sangat penting dalam mengembangkan sebuah produk.

Itu sebabnya, menurut David perlu dipahami perbedaan antara product management dan project management sebelum terjun menciptakan sebuah produk. Ya, konsep product dan project management berbeda. Pertama, David menggarisbawahi target kepuasannya. Sebuah project dibuat untuk kepuasan klien tertentu. Sementara product dibuat untuk memuaskan user sebanyak mungkin, misalnya publik. 

Nah, karena project dibuat atas permintaan seorang klien, maka project management terikat pada durasi waktu tertentu, semisal proyek untuk tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun. Berbeda dengan produk yang dibuat tanpa adanya tenggat waktu khusus. Produk akan terus dipertahankan dan dikembangkan hingga terpaksa untuk dihentikan karena faktor-faktor tertentu, seperti biaya pemeliharaannya terlalu tinggi.

“Karena direncanakan untuk long cycle timeline, maka project harus sesuai dengan permintaan klien. Sebaliknya, product bisa beradaptasi dengan perubahan permintaan dari user atau pasar. Mengenai scale business juga berbeda, kalau project linear ke klien tertentu, sementara product lebih luas karena kamu bisa menjual product yang sama secara terus menerus ke perusahaan atau user yang berbeda,” jelas David.

Baca Juga: Selamatkan Bisnismu dengan Strategi Berkolaborasi, Begini Caranya

Apa itu Agile Product Management?

Nah, proses product management yang mampu bersaing dengan pasar sekarang ini membutuhkan polesan konsep agile. Namun, kamu harus memahami bahwa yang dimaksud dengan agile bukan sprint, scrum, CI/CD, atau automated test, meskipun keempatnya berkaitan dengan agile. Lalu apa itu agile?

David menjelaskan bahwa agile adalah sebuah pola pikir dan filosofi, bukan sebuah alat. Jadi, fungsi agile lebih terfokus sebagai panduan untuk mendapatkan hasil atau produk yang tepat sasaran, bukan berfungsi sebagai solusi. Oleh sebabnya, sebagai sebuah panduan, agile memiliki manifestasi yang bervariasi dan membutuhkan kolaborasi pola pikir atau ide dari beberapa orang. 

Konsep agile menjadi penting dalam proses product management, terutama untuk para pemegang keputusan. Menurut David, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam menerapkan konsep agile agar product management berjalan lancar, yaitu,

  • Tentukan roadmap, bukan timeline. Roadmap akan memperlihatkan perubahan perilaku atau permintaan user. Untuk itu, kamu harus memperbaharui roadmap agar bisa membantu pengambilan keputusan.
  • Jangan bertanya kepada tim mengenai berapa lama prosesnya, tetapi tanyakan seberapa cepat untuk mendapatkan feedback dari produk yang tengah dikembangkan.
  • Para pemegang keputusan jangan fokus menanyakan berapa revenue dari produknya, sebaliknya fokus pada metrik apa yang akan menentukan kesuksesan produk.
  • Dalam agile product management yang penting adalah bukan fokus pada deret panjang permintaan yang disodorkan pada awal pengembangan, melainkan seperti apa kebutuhan user yang sebenarnya, lalu beradaptasilah pada roadmap.
  • Terakhir, kembangkan produk untuk kebahagiaan banyak user, bukan hanya satu orang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here