Resume Kreatif vs Tradisional: Harus Pilih Mana untuk Melamar Kerja?

Ketika harus memilih apakah mencantumkan resume kreatif vs tradisional, ada beberapa pertimbangan yang perlu kamu diperhatikan sebelum memutuskan akan memilih yang mana.

Ingat, resume adalah komunikasi pertama kamu dengan calon bos. Jadi, kamu harus mempersiapkan resume yang tepat dan terbaik. Nah, berikut ini tips kapan kamu harus memilih antaran resume kreatif vs tradisional.

Resume Tradisional

Sebelum menentukan pilihan, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang disebut resume tradisiona. Jenis resume ini dianggap mengikuti standar resume tulisan yang dapat diterima dengan baik. Kamu tidak perlu membuat resume tradisional dengan format mewah, juga tidak perlu menyertakan teknologi untuk mengesankan pada calon bos.

Dengan template tradisional, resume kamu sangat cocok di industri konservatif, seperti pekerjaan di bidang keuangan, hukum, atau dokter keluarga. Hanya saja, resume tradisional memiliki kelemahan yang jelas, seperti kamu akan terlihat seperti orang kebanyakan yang dilihat oleh perekrut.

Akhirnya, kekuatan yang bisa kamu tawarkan hanyalah informasi dan pengalaman kerja kamu. Di sisi lain, resume tradisional dianggap aman karena lebih sederhana.

Baca Juga: Resume Selalu Ditolak HRD? Alasan Berikut Ini Bisa Jadi Penyebab

Dan berikut ini adalah beberapa style resume tradisional yang dapat kamu pilih.

  • Resume tradisional one-page. Ini adalah opsi yang bagus pada beberapa kesempatan ketika kamu punya pengalaman kerja terbatas atau melamar kerja paruh waktu atau entry-level job. Sebagian besar rekruter meminta resume one-page pada job description. Jadi, baca dengan hati-hati panduan resume yang telah ditentukan.
  • Resume tradisional sederhana. Ini adalah resume sederhana yang menggunakan style minimalis dan bersih untuk menarik perhatian rekruter. Di sini, kamu bisa menggunakan font sans-serif untuk memberi keseimbangan tulisan.
  • Resume tradisional eksekutif. Ini adalah style yang umumnya direkomendasikan oleh semua orang saat melamar posisi eksekutif atau senior-level. Kamu perlu membuat dua halaman, yaitu satu halaman mencakup pengalaman kerja yang terkait dengan posisi yang dilamar.

Resume Kreatif

Ada perbedaan yang mendasar antara resume kreatif vs tradisional. Resume kreatif tidak diperuntukkan untuk semua bidang. Resume kreatif digunakan ketika kamu melamar pekerjaan kreatif, seperti grafis, atau visual art design, maka resume kreatif lebih dianjurkan.

Dengan kata lain, jika pekerjaan meminta kreativitas, tunjukkan bakat kamu dengan resume kreatif. Ada beberapa style yang bisa dipilih, yaitu,

  • Resume kreatif infografis. Resume infografis mencakup penggunaan visual untuk memberi informasi penting pada calon bos tentang diri kamu. Kamu dapat menggunakan metode visualisasi data seperti grafik atau bagan untuk menunjukan pengalaman kerja dan skill dengan cara yang akan diingat oleh rekruter.
  • Resume kreatif video. Resume video dianggap sangat kreatif dan seharusnya digunakan hanya ketika kamu yakin bahwa itu cocok untuk pekerjaan yang dilamar. Sebagai contoh, untuk profesi aktor. Jika kepribadian menjadi persyaratan pekerjaan yang penting seperti untuk posisi sales, resume video dapat membuat rekruter terkesan kepada kamu.
  • Resume kreatif portfolio. Style dari resume kreatif ini dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di industri visual seperti fotografi dan seni, yang membutuhkan contoh hasil karya kamu. Jika mengajukan lamaran untuk pekerjaan sebagai guru, sertakan rencana sample pelajaran dan tugas pekerjaan rumah dalam portfolio. Kamu juga bisa membuat resume portfolio sebagai situs pribadi dengan menyertakan link-nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here