Founder Startup Logistik Piniship: Profit Penting, Tapi Idealis Juga Perlu

Julio, Founder Piniship, menegaskan pentingnya untuk menjalin relasi dengan investor dan startup lainnya. (FOTO: Job-Like Magazine/Mega.Fransisca)

Mendapatkan suntikan dana dari investor menjadi salah satu target yang ingin dicapai para penggerak startup atau perusahaan rintisan. Pasalnya, suntikan investor menjadi salah satu solusi bagi entrepreneur untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Yakni, dari sesuatu yang tidak ada (zero) menjadi ada (one). Hal ini juga diamini Founder Piniship, Julio.

Namun, kesuksesan mendapatkan suntikan dana investor tidak selalu dinikmati para pemilik startup. Tentu ada beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan investor sebelum memutuskan untuk mendanai sebuah bisnis. Misalnya, apakah bisnis tersebut profitable? Apakah bisnis tersebut akan bertahan lama? Atau seperti apakah profil tim di baliknya?

Bila beberapa poin tersebut tidak dimiliki startup tertentu, kecil kemungkinannya untuk mendapatkan suntikan dana untuk mengembangkan bisnisnya. Kondisi ini wajar saja terjadi, namun Julio menegaskan penting bagi para founder untuk tak lantas putus asa. Hubungan dengan investor tetap harus dijalin meski telah terjadi penolakan.

“Jangan menyerah kalau ditolak. Jangan marah kalau ditolak investor. Jangan musuhin investor. Kecewa boleh saja, tapi mungkin beberapa bulan lagi atau tahun depan mereka mau jadi partner. Jadi, tetaplah perbanyak relasi dengan investor dan startup-startup lainnya,” ujar Julio kepada Job-Like Magazine.

“Dan tetaplah yakin bahwa apa yang kita kerjakan bisa memberikan impact besar tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi bagi banyak orang. Mengejar profit memang wajar saja, tapi untuk apa bila tidak merasakan damai ketika menjalaninya,” imbuhnya.

Ya, menjalankan bisnis yang memberikan dampak positif bagi banyak orang harus dimiliki entrepreneur untuk sukses dalam jangka panjang. Hal ini juga yang menjadi konsentrasi Julio ketika mendirikan Piniship pada 2018. Tak hanya mengusung tujuan untuk memecahkan masalah kargo untuk bisnis hasil perkebunan kelapanya, Piniship juga memiliki misi untuk memudahkan alur logistik di Indonesia.

Baca Juga: Setelah Singapura, Antler Siap Gelar Startup Generator di Indonesia

Oleh karena itu, Piniship sukses digandeng Kementerian Perhubungan sebagai platfrom rekanan resmi untuk program Tol Laut. Melalui platform pengiriman kargo yang disediakan Piniship, pemerintah mampu menurunkan disparitas harga antara kawasan barat Indonesia (KBI) dengan kawasan timur Indonesia (KTI). 

Selain berkontribusi dalam program Tol Laut, Julio juga menegaskan visi Piniship untuk memajukan Indonesia melalui industri logistik dengan fokus beroperasi di sektor impor. Kepada Job-Like Magazine, Julio mengaku tidak bisa menyingkirkan idealismenya sebagai orang Indonesia untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa, meski peluang terjun di ekspor lebih mengiurkan.

“Kenapa kami mengambil impor dulu karena ini idealisme saya sebagai orang Indonesia. Kita mau Indonesia tidak hanya berkembang, tetapi juga maju. Nah, awalnya itu idealisme saya sebagai seorang founder. Hal itu akhirnya dilihat investor bahwa kita konsisten dalam bisnis dan berjuang mati-matian karena punya idealisme yang kuat di bisnis ini,” tutur Julio. 

“Sebagai pebisnis, tentu yang dilihat apakah bisnis yang dijalankan akan sustain atau tidak. Apakah logistik akan sustain? Ya, of course. Selama tidak ada teleport, logistik akan terus dipakai,” sambungnya. 

Ide Piniship Tercetus akibat Kerugian Rp1,5 Miliar

Keyakinan Julio akan kesuksesan berbisnis di dunia logistik secara digital tidak terlepas dari pengalaman pahitnya ketika menjalani bisnis penyediaan bahan mentah dari kelapa. Pasokan barangnya dalam tiga kontainer mendadak raib dalam perjalanan ke beberapa kliennya di Surabaya. Imbasnya, ia mengalami kerugian sekitar Rp1,5 miliar.

Baca Juga: Founder Kokumi Akui Ciptakan Kokumi di Momen Tersulit dalam Hidupnya

Pil pahit tersebut mendorong Julio untuk menemukan solusi yang aman untuk proses pengiriman logistik. Caranya, ia memperkenalkan solusi berbasis teknologi melalui platform pengiriman yang diberi nama Piniship. Kini Piniship menyediakan servis pengiriman logistik melalui jalur darat, laut, dan udara. Tak hanya mencakup wilayah-wilayah Indonesia, tetapi juga negara-negara lain.

“Ada banyak kompetitor yang berkata kepada saya untuk tidak melakukan sesuatu hal yang baru, lebih baik mengikuti proses yang sudah ada. Tapi, menurut saya mengapa tidak mencoba hal yang baru. Kita nggak pernah tahu hasilnya, mungkin besar, mungkin kecil. Tapi, menurut saya sudah waktunya teknologi memasuki dunia logistik,” ucapnya.

“Awalnya memang tidak mudah. Sebagai founder kadang harus berjuang sendirian. Oleh karena itu, pengharapan menjadi penting. Bagaimana harus memotivasi diri sendiri, bagaimana bangkit ketika jatuh. Harus punya kemampuan untuk bangkit, tidak saja kemampuan melihat peluang.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here