OJK: Perkembangan Teknologi Melahirkan Banyak Bisnis Abal-Abal

Sumber: portonews

Baru-baru ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis banyak sekali lini bisnis abal-abal dalam sektor digital. Hal ini disampaikan langsung oleh Tongam Lumban Tobing, selaku Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Ilegal bentukan OJK.

OJK Telah Temukan 1.033 Bisnis Abal-Abal selama 2 Tahun Terakhir

Sumber: tribunnews

Menurut Tobing, lahirnya lini bisnis abal-abal tentu tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Buktinya, masih menurut Tobing, banyak perusahaan abal-abal yang bergerak dalam sektor digital karena sektor tersebut dinilai sangat mudah dimanipulasi.

“Banyaknya jenis usaha abal-abal tentu tidak lepas dari perkembangan tekonologi yang semakin pesat,” ujar Tobing.

Lebih lanjut Tobing menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir ini OJK sudah menguak setidaknya 1.033 jenis usaha abal-abal. Dari jumlah keseluruhan, hampir 97 persen di antaranya merupakan jenis usaha dalam sektor digital.

Baca Juga: 100 Persen Menipu, Ini Beberapa Daftar Investasi Abal-abal Menurut OJK

Jumlah tersebut didominasi oleh perusahaan pinjaman online abal-abal sebanyak 803 entitas. Kemudian disusul oleh perusahaan investasi (saham dan bursa efek) ilegal sebanyak 155 entitas.

bisnis abal-abal
Sumber: republika

Dari angka tersebut bisa disimpulkan bahwa sektor digital memang berpotensi digunakan untuk hal-hal negatif, khususnya dalam dunia bisnis. Maka dari itu Tobing mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika ingin terjun dalam bisnis digital.

“Kenali lembaganya, terdaftar di OJK atau tidak, lalu rasional atau tidak untung dan bonusnya. Biasanya investasi bodong juga memanfaatkan tokoh terkenal supaya masyarakat percaya,” imbau Tobing.

Baca Juga: Menurut OJK, Investasi Bodong dan Abal-Abal Tidak akan Pernah Hilang

Untuk dampak kerugiannya sendiri, Tobing mengatakan bahwa keseluruhan dari 1.033 jenis usaha bodong yang berhasil dikuak oleh OJK, setidaknya menelan kerugian para nasabah yang menjadi korbannya sebesar Rp88,8 triliun.

“Total kerugian akibat investasi bodong kurang lebih Rp88,8 triliun, banyak yang tertipu umrah murah, investasi dengan bunga tinggi, dan lainnya,” pungkas Tobing.

Nah, agar tidak menjadi korban dari bisnis bodong yang saat ini banyak merebak luas, ada baiknya masyarakat mencari tahu lebih lanjut seputar rekam jejak perusahaan terkait.

Jangan sampai termakan dengan janji manis yang ditawarkan, terlebih jika hal yang dijanjikan tidak masuk akal. Untuk jenis usaha investasi, pastikan perusahaan tempat kamu ingin berinvestasi sudah lolos verifikasi oleh OJK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here