Life Talk Asia: Persiapan Sedini Mungkin Sebelum Masuk ke Dunia Kerja

Life Talk Asia

Sebagian besar motivasi seseorang melakukan sebuah pekerjaan hanyalah untuk mendapatkan gaji dan bonus. Sehingga, patokan kesuksesan bagi orang tersebut diukur dari seberapa besar materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya.

Namun, motivasi seperti itu ternyata hanya dapat membuat Anda stres ketika Anda tidak merasa cukup mendapatkan materi yang diinginkan. Padahal menurut Albert Egmont, founder Life Talk Asia, motivasi bekerja yang benar itu jika seorang pekerja memiliki keinginan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

“Menurut saya ketika kita bekerja, harus ada visi dan dampak yang ingin dihasilkan. Seorang pekerja harus memiliki mental untuk membangun visi. Jadi, bukan cuma untuk memperkaya diri. Saya sedih melihatnya,” ucapnya.

Dari keprihatinan melihat betapa tidak siapnya angkatan muda menentukan arah karirnya, pada November 2012, Albert mulai membangun wadah konsultasi karir yang dinamakan Life Talk Asia.

Life Talk Asia menyasar para remaja untuk mulai mempersiapkan kehidupannya di masa depan. Salah satunya mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam dunia kerja yang katanya penuh dengan intrik.

Life Talk Asia
Albert Egmont, founder Life Talk Asia

“Keresahan itu muncul ketika melihat banyak anak muda yang hanya kerja tetapi tidak mencoba untuk memecahkan masalah. Sehingga, tidak ikut berkontribusi dalam membangun sesuatu di bangsa ini. That’s why I started Life Talk Asia,” lanjutnya.

Baca Juga : 5 Hal Tak Terduga yang Mengganggu Motivasi Kerja Karyawan

Kenali Diri sebelum Tentukan Arah Karir

Life Talk Asia memiliki beberapa program yang dikemas untuk saling berkelanjutan. Hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan assessment untuk mengenali potensi dan fungsi diri seseorang. Hal ini untuk mengetahui orang tersebut cocok bekerja dalam bidang apa.

Setelah melakukan assessment, peserta program Life Talk Asia mengikuti pelatihan kepemimpinan selama tiga bulan. Pelatihan kepemimpinan untuk memunculkan jiwa kepimpinan dalam diri seseorang, sehingga memiliki kekuatan mental untuk bertahan di dunia yang mudah berubah saat ini.

“Setelah mengikuti program kepemimpinan selama tiga bulan, mereka akan diterjunkan ke dalam komunitas selama dua tahun untuk mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari. Saat bergabung di komunitas, mereka yang sudah mengerti apa nilai-nilai yang ada dalam diri, bisa memimpin dan akhirnya memiliki skill untuk bertahan di dunia kerja,” kata Albert.

Life Talk Asia
Peserta program kepemimpinan Life Talk Asia (Sumber : Facebook Life Talk Asia)

Di samping program ini dibuat untuk para remaja yang siap untuk masuk ke dunia kerja, ternyata orang tua memiliki peran penting dalam memberikan gambaran luas soal dunia kerja kepada anak.

Namun, sayangnya banyak orang tua yang tidak mempedulikan peran ini. Sebab, banyak orang tua yang belum teredukasi tentang jenis pekerjaan apa saja yang akan sukses di masa depan.

“Keterlibatan orang tua sangat penting. Orang tua seharusnya dapat memberikan pemahaman kepada anak. Di program Life Talk Asia, orang tua pasti terlibat. Life Talk Asia menjadi jembatan antara anak dengan orang tua,” jelas Albert.

Dari keseluruhan program yang dirancang oleh Life Talk Asia, Albert menetapkan tolak ukur keberhasilan program jika anak-anak muda dapat menjadi influencer yang baik bagi anak muda lainnya dan siap bekerja untuk berkontribusi bagi negara.

“Harapannya pekerjaan apapun yang akan mereka lakukan dapat memberikan dampak kepada negeri ini. Karyanya bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia, bukan hanya memperkaya diri sendiri. Ini bukan zamannya kapitalis. Ini saatnya saling berbagi kebaikan sehingga generasi muda memiliki moralitas yang baik,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here