Di Balik Dapur Program Studi Perhotelan Podomoro University

Di Balik Dapur Program Studi Perhotelan Podomoro University
Dosen dan mahasiswa Hotel Bussiness Program Podomoro University (Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Memilih untuk menekuni profesi sebagai seorang chef mungkin menjadi jalan hidup bagi sebagian orang. Hanya orang-orang yang memiliki passion di bidang kuliner yang bisa menjadi chef yang diperhitungkan.

Jika keinginan untuk menjadi seorang chef begitu kuat, maka belajar sedari dini tentu sangat diperlukan. Selain untuk mempersiapkan keterampilan yang mumpuni, bekal mental yang kuat juga mendukung keberhasilan seorang chef ketika berkarya di dapur.

Podomoro University mencoba menyelami kebutuhan tersebut dengan membuka Program Studi Hotel Bussiness Program pada tahun 2014. Selain untuk mencetak praktisi andal di bidang perhotelan, Podomoro University juga ingin mencetak generasi pengusaha muda yang mampu mewarnai industri perhotelan masa depan.

“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan yang andal dalam bidang perhotelan, namun juga harus memiliki jiwa kewirausahaan dan bisa bersaing di dunia internasional. Kenapa harus memiliki jiwa kewirausahaan? Karena kami ingin kelak mereka bisa memiliki usaha sendiri di bidang perhotelan,” tutur Michael Yadisaputra, Kepala Program Studi Hotel Business Program.

Di Balik Dapur Program Studi Perhotelan Podomoro University
Mahasiswa mempresentasikan hasil masakan (Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Cara belajar yang asyik serta aplikatif membuat para mahasiswa yang mengambil program studi ini menikmati setiap proses belajar. Mereka pun semakin percaya diri dengan hasil tangannya.

Hal ini diakui oleh Jovan yang saat ini duduk di semester 6. Menurutnya, hal yang paling menyenangkan adalah ketika ia menerapkan seluruh ilmu perhotelan pada saat magang. Melalui program magang, Jovan mengaku sangat terbantu untuk mengenal situasi yang sesungguhnya dalam industri ini.

“Proses magangnya menarik. Selama perkuliahan kita ada dua kali magang. Magang yang pertama saat semester 3 dan itu sangat mengejutkan karena kami benar-benar lansung melayani tamu dengan jumlah pesanan yang sebenarnya. Itulah yang terjadi di kenyataan,” jelasnya.

Baca Juga : 8 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Wawancara Kerja di Hotel

Mendalami pendidikan untuk menjadi seorang profesional di bidang perhotelan juga membutuhkan passion yang kuat, bukan hanya sekedar suka. Seperti yang dituturkan Ricky, mahasiswa Hotel Bussiness Development semester 8 yang gemar mengolah aneka kuliner Italia dan Perancis.

Di Balik Dapur Program Studi Perhotelan Podomoro University
Ricky membantu chef profesional di dapur Podomoro University

“Kalau saya lebih karena passion. Dari kecil melihat orang tua masak, kok masakannya bisa enak? Dari situ saya belajar dan suka karena senang lihat orang-orang makan masakan kita. Cita-cita saya setelah lulus, saya ingin bekerja sebagai chef untuk mencari karir dan peluang lainnya. Kalau modal sudah cukup baru mau bikin restoran,” cerita Ricky.

Pertarungan di Dapur

Anton Harianto telah menekuni profesi sebagai chef sejak tahun 2004. Saat ini, ia juga menjadi dosen untuk mata kuliah Basic Culinary dan Culinary Art pada Prodi Hotel Bussiness Program. Untuk menjadi seorang chef yang andal tak hanya membutuhkan keterampilan memasak di dapur, namun juga mental yang kuat.

Sebagai seorang chef yang terbiasa berkreasi di dapur dengan segala tekanan, Chef Anton memiliki kepuasan tersendiri ketika melihat mahasiswanya dapat mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam industri kuliner yang sesungguhnya.

“Saya merasa puas kalau mereka bisa memiliki dan memahami keterampilan memasak yang baik. Dengan begitu mereka punya harapan dan bisa terus meningkatkan kapasitasnya dalam memasak,” tutur Chef Anton saat ditemui Job-Like Magazine di Podomoro University.

Di Balik Dapur Program Studi Perhotelan Podomoro University
Hasil masakan mahasiswwa perhotelan Podomoro University (Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Jika untuk menjadi seorang chef ternyata tidak mudah, lantas apa yang harus dipersiapkan seseorang yang ingin berkarir di bidang kuliner maupun perhotelan?

“Industri ini hanya cocok dengan orang-orang tangguh dan memiliki tujuan. Mereka harus sudah tahu mau melakukan apa, mau menjadi apa, dan tahu ke arah mana akan melangkah. Yang terpenting, mereka harus memiliki mental yang kuat. Dapur panas, bos!,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here