Harus Melakukan Coffee Interview? Lakukan Strategi Ini untuk Persiapan

Dari namanya saja, kamu sudah dapat menebak bila melakukan coffee interview berarti kamu berada di kedai kopi saat proses rekrutmen. Memang ada cara-cara baru yang digunakan untuk menghilangkan stigma serius ketika harus melakukan wawancara kerja di kantor.

Jika kamu mendapat undangan untuk melakukan coffee interview, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

Apa Itu Coffee Interview?

Sebelum bicara lebih lanjut, mungkin kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat rekruter meminta kamu bertemu di kedai kopi, dan bukannya di kantor untuk wawancara? Ada berbagai alasannya, yaitu,

  • Tidak ada posisi pekerjaan yang spesifik. Salah satu kemungkinan kamu melakukan coffee interview karena belum dibukanya posisi lowong tertentu. Tetapi rekruter tertarik dengan skill kamu dan berencana membuka posisi buat kamu, atau sekadar mengingat dirimu ketika ada posisi yang dibuka.
  • Sebagai batu loncatan untuk interview formal. Banyak perusahaan yang memiliki beberapa tahap wawancara sebagai bagian dari proses rekrutmen. Peluang besar ada digenggaman kamu bila kamu ‘di-screen’ sebelum melakukan proses wawancara formal yang memakan waktu panjang.
  • Ini hanya kultur perusahaan. Sebagian atasan, terutama pemula, lebih suka melakukan coffee interview yang lebih santai. Ini biasanya menjadi refleksi kultur perusahaan.

Baca Juga: 5 Panduan Wawancara Kerja di Kafe yang Bisa Anda Terapkan

Bagaimana Harus Mempersiapkannya?

Singkatnya, kamu harus mempersiapkan dengan cara yang persis saat melakukan interview yang lain. Artinya, kamu harus meneliti perusahaan secara menyeluruh, apa yang dilakukan, bagaimana struktur, dan proyeknya?

Saat melakukan coffee interview, fokusnya apa yang akan kamu tawarkan kepada perusahaan. Ingatlah, kamu harus tetap menganggap coffee interview sebagai wawancara formal. Jadi perhatikan etika, body language, dan fokus mendengarkan apa yang diungkapkan rekruter saat diskusi berlangsung.

Nah, apa yang harus kamu tanyakan ketika melakukan coffee interview? Rekruter tentu tertarik untuk mengetahui kamu mau melibatkan diri dalam diskusi. Jadi, ajukan pertanyaan yang dapat menstimulasi diskusi semakin berkembang.

Misalnya, kamu bisa bertanya, “Anda menyebutkan jika industri ini sedang menghadapi tantangan besar. Lalu, bagaimana perusahaan menghadapi tantangan tersebut dalam 12 bulan ke depan?”.

Jenis pertanyaan tersebut akan mendorong rekruter untuk lebih terbuka berbagi informasi yang pantas kamu dapatkan. Antusiasme kamu saat melakukan coffee interview bisa membuat rekruter tertarik untuk bekerja sama lebih jauh dengan kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here